Zelenskyy Desak Produksi Senjata Bersama di Eropa untuk Bertahan Lawan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan keyakinannya bahwa Rusia bisa dikalahkan. Dia juga memperingatkan bahwa perang di Ukraina telah menunjukkan bahwa Eropa harus mengembangkan produksi senjata bersama dengan Ukraina dan membangun persenjataan yang memadai untuk pertahanannya.

“Perang selama dua tahun ini telah membuktikan bahwa Eropa membutuhkan persenjataan yang memadai untuk mempertahankan kebebasan. Menggunakan kemampuannya sendiri untuk memastikan pertahanan. Potensinya sendiri yang akan memungkinkan seluruh Eropa, atau bagian mana pun dari Eropa, untuk bangkit dan mempertahankan diri dalam situasi global apa pun,” ujarnya.

Zelenskyy menyampaikan komentar tersebut melalui tautan video pada konferensi pertahanan Stockholm, Minggu (7/1), ketika Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstrom menyatakan komitmen negaranya untuk mendukung Kyiv.

“Dukungan militer, politik, dan ekonomi Swedia untuk Ukraina tetap menjadi tugas utama kebijakan luar negeri pemerintah Swedia pada tahun-tahun mendatang,” tulisnya saat acara tersebut di X, aplikasi pesan yang sebelumnya bernama Twitter.

Jepang juga menjanjikan dukungannya kepada Kyiv pada Minggu (7/1) ketika Menteri Luar Negeri Jepang Yoko Kamikawa melakukan kunjungan mendadak, dan menjadi tamu asing resmi pertama di ibu kota Ukraina pada 2024.

“Jepang bertekad untuk terus mendukung Ukraina sehingga perdamaian dapat kembali terjadi di Ukraina,” kata Kamikawa melalui seorang penerjemah pada konferensi pers bersama rekannya dari Ukraina, Dmytro Kuleba.

Kamikawa, yang terpaksa berlindung di tempat perlindungan bom saat terjadi peringatan udara di Kyiv, mengecam serangan rudal dan drone Rusia terhadap warga sipil, khususnya pada Hari Tahun Baru, dan menambahkan bahwa negaranya akan memberikan tambahan $37 juta kepada dana perwalian NATO untuk membantu pembelian sistem pendeteksian drone.

Menurut kantor berita Reuters, Rusia mengerahkan hampir 300 rudal dan lebih dari 200 drone dalam serangan pada hari-hari terakhir tahun 2023 dan hari-hari pertama 2024. [my/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com