Yordania Lancarkan Serangan Udara ke Lokasi Penyelundup Narkoba di Suriah

Yordania pada Kamis (5/1) melancarkan serangan udara di dalam Suriah, tepatnya di lokasi gudang yang dicurigai sebagai tempat persembunyian para penyelundup narkoba yang didukung oleh Iran, demikian petikan pernyataan sumber-sumber intelijen Yordania dan regional.

Tentara Yordania telah meningkatkan kampanye melawan para pengedar narkoba setelah bentrokan yang berkepanjangan bulan lalu dengan puluhan penyusup dari Suriah yang terkait dengan milisi pro-Iran, yang menyeberangi perbatasannya dengan senjata dan bahan peledak.

Beberapa sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa pesawat-pesawat jet mengebom sebuah rumah yang dicurigai sebagai tempat tinggal seorang pengedar narkoba terkemuka di Kota Shaab, Provinsi Sweida. Beberapa serangan lainnya menghantam gudang-gudang di dekat Desa Al-Ghariya.

Kedua lokasi tersebut berada di Provinsi Sweida dekat perbatasan Yordania.

Tentara berpatroli di sepanjang perbatasan dengan Suriah pada 17 Februari 2022. (Foto: AFP)

Ryan Marouf, editor Suwayda 24, sebuah situs berita Suriah, yang telah melacak perang narkoba, mengatakan gumpalan asap terlihat membubung dari daerah perbatasan segera setelah serangan tersebut.

“Serangan pertama menargetkan pengedar narkoba terkemuka yang terkait dengan milisi Iran, dan serangan lainnya mengebom sebuah peternakan tempat penyimpanan narkoba,” kata Marouf.

Para pejabat Yordania, seperti halnya sekutu Barat mereka, mengatakan kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran dan milisi pro-Iran lainnya yang menguasai sebagian besar wilayah selatan Suriah, berada di balik lonjakan penyelundupan narkoba dan senjata.

Iran dan Hizbullah mengatakan tuduhan tersebut merupakan bagian dari rencana Barat untuk melawan negara itu. Suriah menyangkal terlibat dengan milisi yang didukung Iran.

Yordania telah dijanjikan untuk mendapat lebih banyak bantuan militer Amerika guna meningkatkan keamanan di perbatasan. Beberapa pejabat Yordania mengatakan sejak pecahnya perang saudara di Suriah pada 2011, Amerika telah memberikan sekitar $1 miliar untuk membangun pos-pos perbatasan.

Sejumlah pakar PBB, pejabat Amerika dan Eropa mengatakan perdagangan narkoba ilegal mendanai proliferasi milisi pro-Iran dan pasukan paramiliter pro-pemerintah yang terbentuk lebih dari satu dekade konflik di Suriah.

Suriah yang dilanda perang telah menjadi tempat utama perdagangan narkoba bernilai miliaran dolar di kawasan itu. Sementara Yordania dijadikan sebagai rute transit utama ke negara-negara Teluk yang kaya minyak untuk mendapatkan amfetamin buatan Suriah yang dikenal dengan nama captagon, demikian ungkap para pejabat anti-narkotika Barat dan Washington. [em/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com