Warga Inggris yang Hilang pada 2018 Dihukum Sebagai Mata-Mata pada 2022

China mengkonfirmasi pada hari Jumat (26/1) bahwa pengadilan telah menjatuhkan hukuman lima tahun penjara pada seorang warga negara Inggris pada tahun 2022 karena tuduhan mata-mata. Komentar itu adalah pernyataan resmi pertama mereka mengenai sebuah kasus yang tidak dilaporkan hingga minggu ini.

Pengadilan Beijing pada tahun 2022 “menjatuhkan hukuman pertama pada terdakwa asal Inggris… lima tahun penjara atas kejahatan memperoleh informasi intelijen secara ilegal untuk aktor-aktor luar negeri,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin.

Setelah mengajukan banding, tambahnya, kasus tersebut dikuatkan pada bulan September.

Harian Wall Street Journal pertama kali memberitakan kasus Ian Stones pada hari Kamis. Mengutip keluarganya dan sumber lain, harian itu mengatakan pengusaha Inggris tersebut hilang pada tahun 2018 setelah puluhan tahun bekerja di China.

Ketika ditanya tentang laporan tersebut pada hari Jumat, Wang, menyebut Stones dengan nama China, mengatakan “pengadilan mengadili kasus ini dengan ketat sesuai dengan hukum.”

Beijing, katanya, “sepenuhnya menjamin berbagai hak sah” tahanan tersebut dan telah mengatur agar pejabat Inggris mengunjunginya dan menghadiri persidangannya. “China adalah negara yang diperintah berdasarkan supremasi hukum,” kata Wang.

“Organ-organ peradilan secara ketat mendorong penanganan kasus sesuai dengan hukum, menjaga hak dan kepentingan sah warga negara China dan orang asing,” tambahnya. [lt/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com