Ukraina Tembak Jatuh Drone Rusia, Rusia Tuduh Ukraina Serang Warga Sipil

Militer Ukraina, Senin (22/1) mengatakan telah menggagalkan serangan drone Rusia di beberapa daerah di negara itu pada malam sebelumnya. Sementara itu para pejabat Rusia menuduh pasukan Ukraina melancarkan serangan “keji” di sebuah kota di bagian timur Ukraina yang dikuasai Rusia.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan pertahanan udaranya menembak jatuh seluruh delapan drone yang diluncurkan Rusia, termasuk di wilayah angkasa Mykolaiv, Kherson dan Dnipropetrovsk.

Di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Ukraina menggunakan senjata secara serampangan dan menyerang infrastruktur sipil selama penembakan hari Minggu di kota Donetsk yang menewaskan 27 orang.

Peskov Senin juga mengatakan Rusia mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah serangan yang diduga dilakukan Ukraina di terminal ekspor bahan bakar di Laut Baltik.

Militer Ukraina tidak berkomentar secara terbuka mengenai serangan-serangan tersebut.

Serangan drone dan rudal Rusia telah berulang kali menghantam lokasi-lokasi sipil Ukraina sepanjang perang yang dimulai oleh Rusia hampir dua tahun silam, menewaskan ribuan warga sipil Ukraina.

Serangan di pasar merupakan salah satu yang paling mematikan di Donetsk yang dikuasai Rusia sejak Moskow menyerang Ukraina pada Februari 2022. Rusia mengklaim telah menganeksasi teritori itu; suatu langkah yang disebut ilegal oleh kebanyakan negara di Majelis Umum PBB.

Menanggapi pertanyaan media mengenai serangan itu. Juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Minggu bahwa Sekjen mengutuk keras semua serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk penembakan kota Donetsk di Ukraina.

“Serangan-serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dilarang berdasarkan UU humaniter internasional, tidak dapat diterima sama sekali dan harus segera dihentikan,” sebut pengumuman itu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tidak berbicara mengenai serangan itu dalam pidato malam harinya. Tetapi ia mengatakan bahwa dalam satu hari saja, Rusia telah menggempur lebih dari 100 kota dan desa di sembilan wilayah Ukraina dan bahwa serangan-serangan di kawasan Donetsk adalah serangan yang “paling brutal.”

Ia juga mengatakan, “Rusia harus merasakan dan ingat selamanya bahwa penjajahlah yang paling banyak dirugikan akibat serangannya.”

Pemimpin Ukraina itu menambahkan bahwa Rusia akan dituntut pertanggungjawabannya atas semua teror ini. “Jika bukan karena keputusan Moskow untuk memulai agresi ini dan teror ini, ribuan dan ribuan orang masih hidup sekarang ini,” katanya.

Produsen gas alam terbesar kedua Rusia, Novatek, Minggu mengatakan telah menangguhkan sebagian operasinya di terminal ekspor bahan bakar di Laut Baltik karena kebakaran yang menurut media Ukraina disebabkan oleh serangan drone.

Kompleks Ust-Luga yang luas, yang terletak di Teluk Finlandia di dekat perbatasan dengan Estonia dan terletak sekitar 180 kilometer sebelah barat St. Petersburg. Dari sana, produk-produk minyak dan gas Ukraina dikirim ke pasar internasional.

Yuri Zapalatsky, kepala distrik Kingisepp, Rusia, di mana pelabuhan itu berada, mengemukakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada korban, tetapi area itu telah disiagakan. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com