Teknologi Hijau Pompa Air dari Udara

Seiring dengan meningkatnya seruan untuk melawan perubahan iklim, perusahaan-perusahaan teknologi menemukan cara untuk menanggapinya dengan berbagai produk untuk mengatasinya. Demikian seperti disampaikan oleh penyelenggara Pameran Elektronik Konsumen (Consumer Electronics Show/CES) di Las Vegas baru-baru ini.

David Stuckenberg adalah salah seorang pendiri Genesis Systems, perusahaan yang memamerkan teknologi pengumpul air dengan cara mengekstraknya langsung dari udara.

“Ini adalah sumur tanpa air pertama di dunia, yang menyediakan semua air untuk kebutuhan sehari-hari rumah tangga dari udara. Jadi, sumur ini membawa air apa pun melalui udara, memprosesnya di dalam unit, menyaringnya, dan kemudian memungkinkan kita untuk mengalirkannya melalui pipa ke rumah kita,” jelasnya.

Genesis Systems hadir di lantai pameran CES dengan apa yang disebutnya WaterCube pertama dari jenisnya. Alat itu seukuran unit AC sentral yang mampu memompa air dari udara dengan sangat efektif sehingga dapat memasok semua air kebutuhan rumah tangga.

“Misi pertama kami adalah mengatasi kelangkaan air global secara berkelanjutan,” kata David Stuckenberg, pendiri Genesis Systems bersama istrinya, Shannon, seraya menambahkan, “Setelah alat itu tersambung ke rumah Anda, maka Anda dapat menghentikan langganan air PAM.”

Stuckenberg menjelaskan bahwa di tempat-tempat di mana sumur dan sumber air bumi mengering, WaterCube dapat mengekstraksi air dari udara dengan menggunakan proses yang unik.

Salah satu pendiri Genesis Systems Shannon Stuckenberg (kiri) dan David Stuckenberg berpose dengan perangkat WaterCube yang mengekstraksi air dari udara selama Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Nevada, 12 Januari 2024. (Glenn CHAPMAN / AFP)

Mengenai jumlah air yang dapat dihasilkan oleh unit WaterCube, Suckenberg mememberikan gambarannya. “Jika Anda mandi dalam waktu yang cukup singkat, Anda mungkin akan menggunakan sekitar 10 galon air. Jadi, Anda memerlukan waktu sekitar dua jam untuk mengumpulkan sebanyak dengan alat omo.”

Keputusan Stuckenberg untuk menjadi “pengusaha air” muncul setelah dia mendengar para petani mengeluhkan sumur-sumur yang mengering dan ketika mereka berdinas di militer AS di Timur Tengah di mana negara-negara di kawasan itu mencari sumber air baru yang berharga.

“Salah satu tantangan yang kita hadapi dalam membuat umat manusia bertahan adalah (pemenuhan) hal-hal yang kita perlukan untuk kehidupan,” katanya kepada kantor berita AFP. “Selain udara, air adalah hal yang paling penting,” imbuhnya.

Triliunan ton air yang belum dimanfaatkan ada di udara, dan salah satu dampak pemanasan planet Bumi adalah bertambahnya uap air di atmosfer, kata Stuckenberg.

Air di udara terisi kembali dengan cepat, sehingga menciptakan “sumber air tak terbatas” yang dimanfaatkan oleh WaterCube dalam skala besar, jelasnya.

“Kami mendemokratisasi pasokan air,” kata Stuckenberg.

Dia menambahkan bahwa perusahaannya yang berbasis di Florida juga berencana untuk memasukkan fitur penangkap karbon ke dalam WaterCube, karena langkah dalam proses tersebut sudah termasuk mengeringkan aliran udara. [lt/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com