Tantangan Internal Hantam Ukraina Saat Perang Masuki Tahun Ketiga

Victoria Nuland, wakil menteri luar negeri untuk urusan politik Amerika kembali berkunjung ke Kyiv bulan ini di tengah laporan adanya persaingan internal di Ukraina.

Nuland mengatakan kunjungannya bertujuan untuk meyakinkan Ukraina akan dukungan berkelanjutan dari Washington.

“Meskipun hari-hari ini sangat sulit, saya sampaikan bahwa Ukraina lebih kuat dan lebih tangguh pada musim dingin ini dibandingkan saat saya berkunjung pada musim dingin lalu. Kita terus memberikan dukungan keamanan di semua kategori, termasuk investasi baru dan sistem senjata baru,” jelasnya.

Wakil Menteri Urusan Publik Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland dan Duta Besar AS untuk Ukraina Bridget Brink mengunjungi tembok peringatan bagi para pahlawan Ukraina yang tewas di tengah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina 31 Januari 2024. (REUTERS/Gleb Garanich)

Kunjungan Nuland terjadi pada saat ketegangan melanda di dalam negeri Ukraina karena adanya perpecahan antara Presiden Zelensky dan panglima angkatan bersenjatanya yang populer, Valerii Zaluzhnyi, yang terungkap dan sulit ditutup-tutupi.

Zelenskyy telah memberi tahu para pejabat AS bahwa ia ingin mengganti Zaluzhnyi.

Analis Ukraina yakin ancaman destabilisasi internal cukup tinggi, dan kunjungan Nuland mungkin menunjukkan bahwa para sekutu juga khawatir akan hal itu.

Vitalii Kulyk, direktur Pusat Studi Masyarakat Sipil mengatakan “Kita sudah bisa mengatakan bahwa pencopotan Zaluzhnyi dari jabatan panglima tidak bisa dihindari.”

“Kami sudah dapat mengatakan bahwa pemecatan Zaluzhnyi dari jabatan Panglima tidak bisa dihindari. Pencopotan Zaluzhnyi dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya kini berarti bahwa ini adalah krisis politik,” imbuhnya.

Kulyk mengatakan krisis ini berarti kepemimpinan politik dan militer Ukraina akan menghadapi tantangan dalam memenuhi komitmen internasionalnya.

“Barat pertama-tama membutuhkan kepastian. Hilangkan ketidakpastian, hilangkan kebingungan strategis, berikan kepastian, dan hadirkan strategi yang pasti,” lanjut Kulyk.

Krisis politik yang terjadi di Ukraina terjadi pada saat yang genting, ketika negara ini memulai tahun ketiga perang melawan invasi besar-besaran Rusia, pertempuran yang semakin melelahkan. Krisis ini juga terjadi bersamaan dengan pembicaraan di antara para pendukung Ukraina di dunia internasional mengenai pemotongan bantuan, dan juga di dalam negeri ketika kecemasan meningkat karena kemenangan yang tidak bisa segera dicapai. [my/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com