Tabrakan Pesawat di Bandara Haneda, Semua Penumpang Bisa Keluar Sebelum Pesawat Terbakar

Tidak satu pun penumpang di pesawat Japan Airlines JAL-516 yang sedang bersiap mendarat di landasan pacu Bandara Haneda Tokyo, Selasa malam (2/1), menyangka akan ditabrak pesawat penjaga pantai MA-722 yang bersiap lepas landas.

Stasiun televisi Jepang NHK melaporkan semua penumpang pesawat jenis Airbus A350 yang berjumlah 379 berhasil keluar dengan selamat sebelum pesawat itu dilalap si jago merah. Video di sebuah TV lokal menunjukkan lebih rinci bagaimana letusan api dan asap besar keluar dari sisi pesawat Japan Airlines saat meluncur di landasan pacu, yang dengan cepat merayap ke bagian sayap, hingga akhirnya ke seluruh badan pesawat.

Hingga laporan ini disampaikan belum jelas mengapa pesawat penjaga pantai Jepang jenis Bombardier Dash-8 yang membawa lima awak dan sedang bersiap lepas landas itu menabrak pesawat Japan Airlines yang sedang turun.

Menteri Urusan Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Tetsuo Saito mengatakan hampir tidak mungkin untuk segera mengetahui penyebab kecelakaan itu.

Seorang pilot dan pakar penerbangan Inggris Tim Atkinson mengatakan kepada Skynews, sangat luar biasa semua orang yang berada di dalam pesawat penumpang Japan Airlines itu dapat dievakuasi segera dan semuanya selamat.

“Dalam sebuah evakuasi, idealnya Anda ingin semua pintu keluar terbuka. Anda ingin semua sisi bergerak secara normal dan semua orang turun dengan cepat. Tidak semua pintu digunakan dalam evakuasi karena tidak dapat dibuka. Jadi sebenarnya, hal ini lebih luar biasa lagi… Gambar yang saya lihat pada saat-saat setelah tabrakan menunjukkan bahwa kebakaran yang terjadi tidaklah kecil… dan dalam konteks ini, sangat menggembirakan melihat semua orang yang dilaporkan saat ini telah keluar dari pesawat dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Seluruh penumpang pesawat JAL berhasil keluar dengan selamat sebelum pesawat terbakar, sementara lima awak pesawat penjaga pantai Jepang tewas di bandara Haneda, Tokyo (2/2).

Kecelakaan pada Selasa malam ini merupakan yang pertama kalinya terjadi pada salah satu pesawat Airbus A350, salah satu pesawat penumpang besar terbaru di industri ini. Pesawat yang kini dalam kondisi rusak parah itu mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015.

“Sebagai penyelidik kecelakaan, fokus saya adalah pada apa yang terjadi sebelum kecelakaan itu, bagaimana kedua pesawat bertabrakan dan saat-saat hingga semua orang yang bisa diselamatkan berhasil diselamatkan. Jika laporan yang beredar benar adanya – bahwa semua orang berhasil dievakuasi dari pesawat itu – maka penting bagi para penyelidik untuk mencari tahu bagaimana dan mengapa hal itu bisa dicapai, terutama dalam situasi yang sangat menantang,” tambahnya.

Pilot Pesawat Penjaga Pantai Buron, 5 Awak Tewas

Pesawat penjaga pantai jenis turboprop Dash-8 yang menabrak pesawat penumpang itu banyak digunakan pada penerbangan jarak pendek dan komuter. Wakil Komandan Pasukan Penjaga Pantai Jepang Yoshio Seguchi kepada wartawan mengatakan pilot pesawat penjaga pantai melarikan diri dan sempat melapor ke pangkalannya bahwa pesawat itu meledak setelah bertabrakan dengan pesawat komersial. Sementara lima awak pesawat ditemukan tewas.

Kepala Biro Penerbangan Sipil Kementerian Transportasi Shigenori Hiraoka mengatakan tabrakan terjadi ketika pesawat Japan Airlines mendarat di salah satu dari empat landasan pacu Haneda, di mana pesawat penjaga pantai bersiap untuk lepas landas. Sejumlah petugas keselamatan transportasi kini sedang menganalisa komunikasi antara petugas kontrol penerbangan dan kedua pesawat, dan berencana untuk mewawancarai para pejabat Japan Airlines untuk mengetahui apa yang menyebabkan tabrakan tersebut.

Hiraoka memuji Japan Airlines karena telah “mengambil prosedur yang tepat” untuk mengevakuasi semua penumpang dan awak pesawat dengan aman.

Hiraoka mengatakan pesawat penjaga pantai itu sedianya akan mengirim bantuan dan melakukan operasi di wilayah yang terkena bencana gempa bumi dan tsunami hari Senin (1/1).

Haneda merupakan salah satu bandara tersibuk di Jepang, dan banyak orang yang melakukan perjalanan selama liburan Tahun Baru. [em/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com