Serangan Israel Berlanjut, Kerabat Ambil Jenazah dari RS

Serangan-serangan Israel di Gaza tengah menewaskan sedikitnya 35 orang pada Minggu (31/12), kata para pejabat rumah sakit, sementara pertempuran berkobar di wilayah kecil itu sehari setelah perdana menteri Israel mengatakan perang akan terus dilancarkan “berbulan-bulan lagi.” Ia menolak seruan internasional untuk gencatan senjata.

Militer mengatakan pasukan Israel beroperasi di kota terbesar kedua di Gaza, Khan Younis. Penduduk di sana melaporkan serangan di wilayah tengah, yang menjadi fokus terbaru dari perang udara dan darat selama hampir tiga bulan yang telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perang besar di kawasan.

Militer AS mengatakan pasukannya menembak dan membunuh beberapa pemberontak Houthi yang didukung Iran sewaktu mereka mencoba menyerang sebuah kapal kargo di Laut Merah. Ini adalah peningkatan konflik maritim yang terkait perang tersebut. Seorang menteri kabinet Israel menyarankan agar mendorong penduduk Gaza pindah. Pernyataan ini bisa memperburuk ketegangan dengan Mesir dan negara-negara Arab sahabat lainnya.

Israel menyatakan ingin menghancurkan kemampuan pemerintahan dan militer Hamas di Gaza, yang melancarkan serangan pada 7 Oktober di Israel selatan. Militan membunuh sekitar 1.200 orang setelah menerobos pertahanan perbatasan Israel yang luas, sehingga menghancurkan rasa aman mereka. Militan juga menyandera sekitar 240 sandera, hampir setengahnya dibebaskan berdasar perjanjian gencatan senjata sementara pada November.

Begitu memasuki Tahun Baru, militan Hamas menembakkan rentetan roket, memicu sirene serangan udara di Israel selatan dan tengah. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Serangan udara dan darat Israel yang belum pernah terjadi telah menewaskan lebih dari 21.800 orang Palestina dan melukai lebih dari 56.000 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas. Mereka tidak membedakan antara kematian warga sipil dan kombatan.

Perang telah memicu krisis kemanusiaan, dengan seperempat penduduk Gaza menghadapi kelaparan, menurut PBB. Serangan bom Israel telah meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Gaza, menyebabkan sekitar 85% dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi. [ka/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com