Senat AS Tolak Proposal Keamanan Perbatasan yang Memuat Bantuan untuk Ukraina dan Israel

Senat AS, pada Rabu (7/2), gagal memajukan proposal bipartisan untuk memperketat kendali migrasi di sepanjang perbatasan AS–Meksiko. Rancangan undang-undang tersebut juga mencakup bantuan militer senilai miliaran dolar untuk Ukraina dan Israel.

Para anggota Partai Republik sudah lama menuntut regulasi lebih ketat untuk menghentikan arus masuk ribuan migran setiap harinya, yang melarikan diri dari kejahatan dan kemiskinan di tanah air mereka dan hendak mencari kehidupan lebih baik di AS. Tetapi pada akhirnya cukup banyak senator Republik yang menggagalkan prakarsa ini dengan menolak usulan untuk memperdebatkan RUU tersebut.

Isu imigrasi yang selama ini tidak teratasi oleh Kongres dan juga beberapa presiden sebelumnya, secara cepat menjadi isu penting dalam kampanye pemilihan presiden 2024.

Donald Trump, calon kandidat presiden kuat dari Partai Republik, mendesak para anggota Republik di Kongres untuk menentang RUU kecuali jika semua syarat yang mereka minta untuk urusan imigrasi dikabulkan. Kubu Demokrat sendiri menuduh Trump menginingkan kekacauan di perbatasan berlangsung terus sehingga ia bisa memanfaatkannya dalam kampanye melawan petahana Presiden Joe Biden.

Biden, pada konferensi pers hari Selasa (6/2), mengatakan dia akan menuntut pertanggungjawaban Trump atas masuknya lebih banyak migran ke wilayah AS.

Berdasarkan hukum yang berlaku saat ini, banyak migran yang masuk secara ilegal dan mengajukan suaka bisa tinggal di AS selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum pengadilan imigrasi mempertimbangkan suaka mereka.

Dengan mandeknya RUU imigrasi ini, Senat AS saat ini tengah mempertimbangkan rancangan undang-undang baru yang akan memberikan bantuan kepada Ukraina dan Israel tanpa menyertakan aturan soal imigrasi. [jm/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com