Sejumlah Anggota NATO Desak Hungaria untuk Kabulkan Permohonan Keanggotaan Swedia

Sejumlah anggota NATO meningkatkan tekanan terhadap Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban agar segera menyetujui masuknya Swedia ke dalam aliansi tersebut, setelah para anggota parlemen Hungaria menolak untuk melakukan pemungutan suara terkait pencalonan Swedia pada minggu ini.

Swedia mengajukan permohonan untuk dapat bergabung dengan aliansi NATO pada Mei 2022, setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina pada Februari tahun itu. Tetapi Hungaria telah berulangkali menunda ratifikasi keanggotaan Swedia.

Hungaria adalah satu-satunya negara yang mencegah Swedia agar dapat bergabung dengan NATO, setelah Turki memberikan persetujuannya pada bulan lalu. Ankara sebelumnya mengungkapkan kekhawatirannya terkait keputusan Swedia untuk melindungi kelompok separatis Kurdi yang Turki anggap sebagai teroris.

Di saat parlemen Hungaria tengah memasuki reses musim dingin, sejumlah anggota parlemen dari pihak oposisi menyelenggarakan sesi luar biasa pada Senin (5/2) dalam usaha memaksakan pemungutan suara.

Para anggota dari Partai Fidesz, yang merupakan partai yang dikepalai oleh Orban, menolak untuk hadir, meskipun Orban pada bulan lalu telah mendeklarasikan bahwa dia mendukung Swedia untuk dapat bergabung dengan NATO dan akan mendesak partainya agar menyetujui permohonan Swedia tersebut.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Hungaria David Pressman berbicara kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan anggoa parlemen di Budapest pada Senin.

“Perdana menteri berjanji mengadakan pertemuan dengan anggota parlemen untuk mendorong mereka bertindak secepat mungkin,” ujarnya pada Senin. “Hari ini adalah kesempatan untuk melakukan hal itu, dan kami menanti dan mengamati secara dekat, dan [menunggu] Hungaria untuk bertindak secepatnya.”

Senator AS Ben Cardin, ketua dari Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, mengatakan pada awal bulan ini bahwa Hungaria merupakan sekutu NATO “yang paling tidak dapat diandalkan” dan Washington seharusnya mempertimbangkan untuk memberikan sanksi, dan juga penangguhan program pembebasan visa bagi warga Hungaria.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Jerman mengatakan pada Selasa (6/2) bahwa persetujuan Hungaria terhadap keanggotaan Swedia adalah “soal loyalitas” terhadap aliansi NATO.

Orban sendiri tidak memiliki permintaan spesifik terkait permintaan Swedia namun telah mengindikasikan ketidaksukaannya terkait kritik negara tersebut soal kemunduran demokrasi di Hungaria.

Anggota parlemen Hungaria dari Partai Fidesz ingin agar Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson berkunjung ke Budapest sebelum mereka mengabulkan kenggotaan Swedia di NATO. [jm/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com