Rusia Tuding AL Inggris Ledakkan Pipa Nord Stream

Kementerian Pertahanan Rusia, Sabtu (29/10), menuduh personel Angkatan Laut Inggris telah meledakkan pipa gas Nord Stream pada bulan lalu. London mengatakan klaim tersebut keliru dan bahkan disebut sengaja dirancang untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan invasi militer Moskow di Ukraina.

Rusia tidak memberikan bukti terkait klaimnya bahwa seorang anggota NATO terkemuka telah menyabotase infrastruktur penting Rusia di tengah krisis terburuk dalam hubungan antara Barat dan Rusia sejak Perang Dingin.

Kementerian Rusia mengatakan bahwa “spesialis Inggris” dari unit yang sama mengarahkan serangan pesawat tak berawak Ukraina kepada kapal-kapal armada Laut Hitam Rusia di Krimea sebelumnya pada Sabtu. Moskow mengatakan sebagian besar serangan melalui drone tersebut berhasil dihalau oleh pasukan Rusia. Namun terjadi kerusakan kecil pada kapal penyapu ranjau Rusia.

Dimulainya pembangunan pipa Nord Stream di Teluk Portovaya sekitar 170 km barat laut dari St. Petersburg, Rusia pada 9 April 2010. (Foto: AP)

“Menurut informasi yang tersedia, perwakilan dari unit Angkatan Laut Inggris ini mengambil bagian dalam perencanaan, penyediaan, dan implementasi serangan teroris di Laut Baltik pada 26 September tahun ini, meledakkan pipa gas Nord Stream 1 dan Nord Stream 2, ” kata kementerian.

Inggris membantah tudingan tersebut.

“Untuk mengurangi penanganan bencana mereka terhadap invasi ilegal ke Ukraina, Kementerian Pertahanan Rusia menggunakan klaim palsu dalam skala besar,” kata Kementerian Pertahanan Inggris.

“Narasi yang diciptakan ini, menceritakan lebih banyak tentang argumen yang terjadi di dalam pemerintahan Rusia daripada tentang Barat.”

Maria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan Moskow akan meminta tanggapan Dewan Keamanan PBB yang mengatakan di media sosial bahwa Moskow ingin menarik perhatian pada “serangkaian serangan teroris yang dilakukan terhadap Federasi Rusia di Laut Hitam dan Baltik, termasuk keterlibatan Inggris di dalamnya.”

Rusia, yang sangat diisolasi oleh negara-negara Barat sejak invasi 24 Februari ke Ukraina, sebelumnya menyalahkan Barat atas ledakan yang merusak pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 buatan Rusia di dasar Laut Baltik. [ah]

Sumber: www.voaindonesia.com