Ribuan Fans Taylor Swift Guncang Tokyo Dome

Jillian Heidingsfelder dan Satomi Seki, sebagian penggemar berat Taylor Swift, seminggu terakhir ini mengenakan pakaian dan aksesoris yang terinspirasi oleh lagu atau album Swift. Mereka rela antri di Tokyo Dome sejak pagi hari untuk membeli souvenir, yang sudah dijual sejak Senin lalu (5/1) dan kemudian berebut masuk ke dalam stadion berkapasitas 55.000 orang itu. Selama empat hari, mulai Rabu malam ini, Swift akan mengguncang Tokyo.

Para penggemarnya dari berbagai belahan dunia sudah sejak tahun lalu membeli tiket pertunjukkan, memesan tiket pesawat atau kereta api dan hotel, serta berburu souvenir. Inilah fenomena Taylor Swift yang tak tertandingi.

Chiyuki Fujii, yang juga telah datang ke Tokyo Dome sejak pagi, mengaku membeli enam tiket VIP. Satu tiket untuk setiap hari pertunjukkan – Rabu hingga Sabtu – dan dua tiket lagi untuk pacar dan ayahnya.

“Melalui perusahaan kartu kredit, saya dapat memenangkan tiket pra-penjualan untuk keempat tanggal konser itu. Saya membeli enam tiket dan menghabiskan JPY780.000 atau hampir US$5.300. Saya terakhir kali menonton Taylor Swift lima tahun lalu. Ini pertama kali saya menonton konsernya sebagai orang dewasa,” ujar Fujii yang mengenakan busana ala Swift.

Lain lagi dengan Satomi Saeki yang mengatakan telah merencanakan untuk menonton konser di Tokyo dan mengenakan kostum serta riasan sejak enam bulan lalu. “Saya sudah bangun sejak pagi untuk bersiap-siap. Sekarang saya sudah tidak sabar untuk melihat Swift,” ujar Satomi dengan riang.

Penggemar penyanyi AS Taylor Swift, juga dikenal sebagai Swifties, berpose di luar Tokyo Dome sesaat sebelum dimulainya “Eras Tour” Asia-Pasifik di Tokyo pada 7 Februari 2024.

Dongkrak Perekonomian Jepang dalam 4 Hari Konser

Ketenaran Swift yang sangat luar biasa membuat para pakar mengatakan secara sendirian, Swift dapat meningkatkan perekonomian Jepang hanya dalam empat hari ini saja. Mitsumasa Etou dari situs riset Economic Effects NET dan dosen paruh waktu di Tokyo City University mengatakan pada CNN, konser empat hari itu diperkirakan akan menghasilkan hingga 34,1 miliar yen atau sekitar US$229,6 juta.

Ia menyebut tur ini sebagai acara musik terbesar di Jepang dalam hal proyeksi dampak ekonominya. Konser Swift ini bahkan akan melampaui Fuji Rock, salah satu festival musik terbesar di Jepang, yang tahun lalu menghasilkan pendapatan sekitar 20 miliar yen atau sekitar US$134,6 juta.

Angka proyeksi ini belum mencakup kedatangan wisatawan asing yang khusus datang ke Jepang untuk menonton konser ini.

Saat Swift konser di Amerika, kota-kota yang didatanginya mengalami peningkatan pendapatan hingga 95% pada malam-malam konsernya. Namun di Tokyo diperkirakan peningkatan pendapatan kemungkinan hanya akan mencapai 25%. [em/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com