Resolusi Tahun Baru Diaspora Indonesia untuk Bantu Sesama

Pergantian tahun seringkali dijadikan saat yang tepat bagi banyak orang untuk membuat resolusi, yaitu titik tolak untuk melakukan perubahan. Mereka membuka lembaran baru dan menentukan target dan cita-cita yang ingin dicapai pada tahun yang baru.

Namun, bagaimana bila resolusi tersebut untuk beramal dan berbuat kebaikan yang berdampak positif bagi komunitas yang membutuhkan? Sejumlah diaspora Indonesia yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial berbagi seputar resolusi mereka terkait dengan organisasi amal tempat mereka biasa berkecimpung.

Hadi Joyowidarbo adalah Direktur Eksekutif “Dompet Dhuafa USA”, lembaga nirlaba yang mengusung misi menyejahterakan komunitas yang tidak mampu, baik di Indonesia maupun Amerika. Resolusinya bersama Dompet Dhuafa untuk 2024 adalah membantu menciptakan lapangan pekerjaan serta menyediakan akses pendidikan dan kesehatan supaya komunitas miskin dapat meningkatkan standard hidup mereka.

“Kami memiliki program bernama ‘Ibu Hamil Sehat’ yang berfokus pada pemberian layanan kesehatan kepada ibu hamil. Kami akan memantau dan pada dasarnya memberikan mereka layanan yang mereka perlukan selama sembilan bulan kehamilan dan setelahnya. Lalu kami akan fokus pada kesehatan mental masyarakat, kami juga akan fokus pada klinik kesehatan di Madrasah. Pada akhirnya, tujuannya adalah untuk menyediakan akses bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” jelasnya.

Relawan “Dompet Dhuafa” menyiapkan makanan gratis untuk dibagikan kepada pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di Tangsel, pinggiran Jakarta, Indonesia (foto: ilustrasi).

Hadi menjelaskan program Dompet Dhuafa yang memberi layanan kesehatan kepada ibu hamil, memantau dan memberi perawatan yang dibutuhkan selama sembilan bulan kehamilan dan setelahnya. Adapula program yang berfokus pada kesehatan jiwa, dan membuka klinik kesehatan di sebuah Madrasah. Tujuan akhirnya adalah menyediakan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Randy & Evy Gunawan, pendiri "The Power of Compassion"

Randy & Evy Gunawan, pendiri “The Power of Compassion”

Pasangan suami-istri Randy dan Evy Gunawan lebih memusatkan perhatian mereka di Amerika. Bersama organisasi yang mereka dirikan lebih dari sebelas tahun lalu, The Power of Compassion, mereka sekeluarga hampir setiap minggu menyediakan makanan bagi komunitas tunawisma di daerah Washington, D.C. dan sekitarnya. Kepada VOA, Evy Gunawan menuturkan resolusinya untuk 2024.

“Nah orang-orang di jalanan ini, apalagi yang di shelter (tempat penampungan tunawisma) yang kita layani ini, sebenarnya itu mereka butuh kasih. Banyak di antara mereka yang sudah tidak dihiraukan oleh keluarga, atau tidak punya anggota keluarga, akhirnya mereka (kehilangan segalanya) sendirian di jalanan. Bagus kalau masih bisa tidur di shelter, kalau yang sakit mental (terlantar) di jalanan. Jadi (sebagai resolusi) baiklah kita menjadi berkat bagi orang-orang susah, apapun yang bisa kita lakukan, lakukan aja. Bisa masak sebakul nasi juga itu berkat buat mereka, gitu kan? Saling berbagi kasih.”

Diaspora Indonesia Sahro Locke terlibat dalam beberapa organisasi amal. Ia menjabat wakil ketua Indonesia Relief USA, LSM yang menyalurkan bantuan dan pertolongan bagi korban musibah atau bencana alam di Indonesia, selain pendiri EDUSINDO (Education US-Indonesia) yang menyediakan pendidikan gratis bagi anak yatim atau yang kurang mampu. Resolusinya untuk 2024 adalah meningkatkan kesadaran melalui informasi dan bantuan khusus lewat media sosial. Ia juga berharap bisa menambah program Bahasa Inggris bagi semua umur sekaligus memberi bantuan fasilitas bagi siswa Indonesia yang hendak kuliah di Amerika.

Sebagai Vice President Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) Vivi Darmansyah sudah meyakini resolusi tahun baru 2024 yang akan ia jalankan. Kepada VOA, Vivi menjabarkan empat hal dalam resolusinya.

Vivi Darmansyah - Vice President IMAAM Center (dok. pribadi).

Vivi Darmansyah – Vice President IMAAM Center (dok. pribadi).

“Yang pertama, menjadikan IMAAM lebih welcoming sebagai rumah bagi semua masyarakat Indonesia yang ada di daerah DC, Maryland dan Virginia. Terus berusaha menjadi Center of Excellence untuk tempat beribadah, bersosialisasi dan belajar Al Qur’an dan ilmu agama lainnya untuk semua,” kata Vivi.

Resolusi kedua, papar Vivi, membuat IMAAM lebih menarik untuk anak-anak muda untuk datang dengan membuat mereka nyaman berada di IMAAM dengan berbagai kegiatan positif yang didesain oleh anak-anak muda.

Ketiga, memberdayakan para pengurus dan volunteer dengan berbagai training yang bermanfaat, tidak hanya untuk kemajuan IMAAM tapi juga untuk self-development bagi para pengurus dan volunteer. Keempat, meningkatkan kerjasama dengan masjid masjid lain dan organisasi Islam, baik lokal maupun nasional untuk saling bertukar informasi dan berkolaborasi untuk program-program menarik bagi masyarakat muslim.

Hasil survey majalah Forbes menjelang akhir 2023 menunjukkan, tak seorang pun dari 1000 peserta survey yang menyebut kegiatan amal sebagai resolusi pribadi. Lima resolusi teratas paling umum adalah memperbaiki kebugaran tubuh atau fitness, memperbaiki keadaan keuangan, memperbaiki kesehatan mental, menurunkan berat badan dan memperbaiki gizi atau diet. [aa/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com