Reaksi Pasca Uni Eropa Setujui Paket Bantuan Baru untuk Ukraina

Ketua Dewan Eropa Charles Michel mengumumkan kesepakatan itu yang dicapai pada jam pertama pertemuan puncak yang dipimpinnya di Brussels, Belgia.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan puncak tersebut, Michel mengatakan,“Menurut saya keputusan ini menyampaikan pesan kepada warga Ukraina sekaligus menunjukkan tekad kita untuk benar-benar bergerak bersama guna mendukung kemerdekaan rakyat Ukraina, untuk mendukung masa depan mereka.”

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut baik pernyataan Michel dan menyebut keputusan itu sebagai “sangat penting”. Berbicara dari Kyiv dalam pidato video untuk pertemuan puncak Dewan Uni Eropa, ia menyatakan, “Ini adalah sinyal yang jelas bahwa Ukraina akan bertahan dan bahwa Eropa akan bertahan. Ini adalah satu lagi sinyal yang jelas akan kuatnya persatuan dan dukungan kalian terhadap Ukraina.”

Ukraina akan menerima dana tahap pertama secepatnya pada Maret, begitu Parlemen Eropa menyetujui kesepakatan itu. Tetapi Zelenskyy juga menyuarakan keprihatinan atas tertundanya implementasi rencana Eropa untuk memasok satu juta peluru artileri ke Ukraina.

Hungaria mencabut vetonya. Dan keputusan itu diambil dengan begitu cepat sehingga merupakan sebuah kejutan.

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán menyatakan keberatan atas paket bantuan keuangan tersebut pada Desember lalu. Ia menghalangi dicapainya kesepatan tersebut dan mengancam akan melakukan hal yang sama dalam beberapa hari ini.

Pemerintahan pemimpin yang populis tersebut berselisih dengan Komisi Eropa, lembaga eksekutif Uni Eropa, mengenai dugaan kemunduran demokrasi di Hungaria. Akibatnya, dana bagi Hungaria sempat ditahan.

Pada Desember, 26 pemimpin lainnya sepakat bahwa paket $54 miliar itu akan berlaku dari tahun 2024 hingga 2027. Mereka juga setuju menjadikan Ukraina sebagai kandidat anggota Uni Eropa, yang dengan enggan diterima oleh Orbán.

Namun paket keuangan itu merupakan bagian dari tinjauan atas kelanjutan anggaran tujuh tahun Uni Eropa, yang memerlukan persetujuan dengan suara bulat.

Garis besar kesepakatan dibuat pada malam sebelum pertemuan berlangsung ketika sejumlah pemimpin, mencakup Michel, Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte bertemu Orbán. Mereka membahas beberapa opsi untuk mengatasi veto Hungaria.

Seorang pejabat Uni Eropa, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena KTT sedang berlangsung, mengatakan bahwa para pemimpin sepakat bahwa komisi tersebut akan mengusulkan tinjauan anggaran dalam dua tahun, jika dianggap perlu. Tinjauan seperti itu tidak akan mencakup peluang untuk memveto pada masa depan, tambah pejabat itu. Hasil perundingan tersebut akan memungkinkan para diplomat bekerja hingga larut malam untuk menyederhanakan kata-kata akhir dalam perjanjian tersebut, kata pejabat itu.

Terobosan ini terjadi pada pertemuan kelompok kecil lainnya pada Kamis pagi, ketika Orbán duduk bersama Scholz, Michel, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

Setelah tertunda sekitar satu jam, Michel membuka pertemuan puncak itu. Kesepakatan yang diperkirakan akan memakan waktu beberapa jam untuk diselesaikan, tercapai hanya dalam beberapa menit.

Belum jelas apakah Orbán telah memenangkan konsesi untuk mendapatkan dana Uni Eropa yang dibekukan. [ka/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com