Polisi Brazil Telusuri Keterlibatan Putra Bolsonaro dalam Kasus Spionase

Kepolisian federal Brazil pada Senin (29/1) menggeledah properti milik Carlos Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro yang berhaluan kanan ekstrem, dalam penyelidikan dugaan aksi mata-mata ilegal terhadap lawan politik selama masa jabatan ayahnya, menurut dua orang sumber.

Carlos Bolsonaro, anggota Dewan Kota Rio de Janeiro, sudah lebih dulu diselidiki oleh Mahkamah Agung Brazil karena diduga mengelola pabrik pembuat berita palsu dari dalam istana kepresidenan. Ia sebelumnya telah membantah segala tuduhan dan tidak segera merespons permintaan tanggapan soal operasi polisi pada hari Senin.

Penggeledahan properti Carlos merupakan peningkatan tajam dalam penyelidikan kasus spionase yang menyasar lingkaran dalam Bolsonaro. Sang mantan presiden, yang sudah diputus tidak memenuhi syarat untuk mengikuti kontes politik hingga 2030 akibat tindakannya setelah gagal terpilih kembali pada pemilu 2022, menghadapi berbagai kasus hukum yang mungkin akan membuatnya mendekam di penjara.

Juru bicara keluarga Bolsonaro, Fabio Wajngarten, menyatakan dalam postingan di X bahwa Bolsonaro dan putra-putranya tidak berada di rumah tepi pantai mereka di Kota Angra dos Reis ketika polisi datang, karena mereka pergi memancing sejak pagi-pagi sekali. Ia juga membantah laporan yang menyebut polisi telah menyita laptop milik Carlos Bolsonaro.

Kepolisian federal sedang menyelidiki tuduhan kegiatan pemantauan terhadap warga secara ilegal oleh Badan Intelijen Brazil (Abin) selama masa pemerintahan Bolsonaro pada 2019-2022. Polisi pada Senin mengeluarkan delapan surat perintah di Brasilia, Rio de Janeiro dan dua kota lainnya untuk mengidentifikasi “pihak penerima utama informasi yang diperoleh secara ilegal oleh Abin melalui kegiatan-kegiatan rahasia,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Carlos Bolsonaro kini dicurigai menggunakan data yang diperoleh secara ilegal oleh Abin dengan menggunakan perangkat lunak buatan Israel bernama First Mile, yang dapat digunakan untuk melacak lokasi telepon genggam pribadi, kata seorang sumber Reuters di kepolisian federal Brazil. [rd/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com