PM  India Lakukan  Puasa 11 Hari Jelang Pembukaan Kuil Kontroversial

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan, Jumat (12/1), ia akan memulai puasa keagamaan selama 11 hari menjelang upacara peresmian kuil Hindu baru yang kontroversial.

Modi akan memimpin upacara peresmian kuil tersebut pada tanggal 22 Januari. Kuil itu dibangun di lahan bekas masjid yang sudah berusia berabad-abad yang dirobohkan oleh orang-orang Hindu fanatik.

Upacara ini bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas pemimpin nasionalis Hindu itu sebagai pembela agama mayoritas di India tersebut, hanya beberapa bulan sebelum pemilu nasional.

“Saya beruntung bisa menjadi saksi pada kesempatan baik ini. Tuhan telah menjadikan saya instrumen untuk mewakili seluruh rakyat India,” kata Modi dalam pesan audio yang diposting ke media sosial.

“Mengingat hal ini, saya memulai ritual khusus 11 hari mulai hari ini. Saya memohon berkah dari kalian semua,” jelasnya.

Ritual penyucian yang dilakukan Modi melibatkan serangkaian kegiatan doa dan hampir seluruhnya menyertakan pantang makan. Modi telah memasukkan agama Hindu ke dalam politik negaranya dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak berkuasa satu dekade lalu.

Perdana Menteri India Narendra Modi (tengah) sedang berdoa di Kuil Kalaram di Nashik, 12 Januari 2024. (PIB / AFP)

Pada tahun 2019, ia pergi bermeditasi di gua Himalaya yang menjadi lokasi salah satu kuil yang paling disucikan umat Hindu selama pemilu nasional terakhir di India.

Kuil yang akan diresmikan oleh Modi akhir bulan ini didedikasikan untuk Rama, salah satu dewa paling dihormati dalam ajaran Hindu, dan dibangun dengan perkiraan biaya 20 miliar rupee ($240 juta).

Umat Hindu yang taat percaya Rama lahir di kota Ayodhya, India Utara, sekitar 7.000 tahun yang lalu tetapi Masjid Babri dibangun di atas tempat kelahirannya pada abad ke-16.

Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Modi telah berkampanye selama beberapa dekade agar sebuah kuil dibangun di lokasi tersebut, yang berpuncak pada penghancuran masjid itu pada tahun 1992 oleh massa Hindu.

Gelombang kejut dari insiden tersebut dirasakan di seluruh negeri dan memicu kerusuhan yang menewaskan 2.000 orang, sebagian besar Muslim. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com