PM Australia Ingin Rilis Dokumen Kabinet Soal Keputusan Bergabung dalam Perang Irak

PM Australia Anthony Albanese telah memerintahkan penyelidikan mengenai mengapa dokumen Kabinet yang telah berusia 20 tahun yang berkenaan dengan bergabungnya Australia dalam invasi Irak 2003 masih menjadi dokumen rahasia. Ia mengatakan rakyat Australia berhak tahu mengapa negara mereka terjun ke perang tersebut.

Albanese mengatakan kepada para wartawan di Sydney pada Rabu (3/1) bahwa suatu peninjauan independen akan menyimpulkan mengapa 78 dokumen Kabinet tidak diserahkan ke Arsip Nasional Australia di bawah pemerintahan mantan PM Scott Morrison pada 2020.

“Tidak ada alasan mengapa dokumen-dokumen ini, kecuali jika membuat orang-orang dalam bahaya, tidak boleh dirilis secara transparan,” katanya. “Kami telah meminta agar ini dilakukan, dan jika ini tidak terjadi, kami akan melihat apakah Pemerintah perlu mengambil tindakan lebih lanjut untuk memastikan ada transparansi di sini,” lanjut Albanese.

Australia mengirimkan 2.000 tentara untuk mendukung pasukan AS dan Inggris dalam invasi Irak tahun 2003. Albanese sebelumnya mengatakan bahwa sebagian alasan yang dikemukakan sehingga Australia terjun dalam perang tersebut tidak benar, dalam kaitannya dengan senjata pemusnah massal yang diduga dimiliki Irak ketika itu. [uh/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com