Petani Perancis Protes Gaji dan Keluhan Lainnya

Para petani di Perancis utara, Selasa (23/1) memblokir jalan raya dengan traktor sebagai protes terhadap rendahnya upah.

Protes tersebut merupakan bagian dari demonstrasi di seluruh negeri di tengah ketidakpuasan yang mendalam di kalangan petani terhadap industri pertanian besar-besaran di Prancis.

Para petani telah menyerukan upah yang lebih baik dan menentang apa yang mereka anggap sebagai peraturan yang berlebihan, meningkatnya biaya dan masalah-masalah lainnya.

Banyak petani berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup meskipun bekerja berjam-jam untuk menyediakan produk yang bisa memenuhi kebutuhan negara, dan mengekspor ke negara lain.

Petani Prancis memblokir jembatan Hubert Touya di jalan raya Bayonne, barat daya Prancis, 23 Januari 2024. (AP/Nicolas Mollo)

Demonstrasi yang berlangsung selama berbulan-bulan menjadi semakin sengit dalam beberapa pekan terakhir, dengan adanya barikade lalu lintas, pembuangan limbah pertanian yang berbau busuk di luar kantor pemerintah, dan protes lainnya. Para petani juga telah membalikkan rambu-rambu jalan untuk memprotes kebijakan pertanian yang mereka anggap tidak masuk akal.

Pemerintahan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah berupaya meredakan kekhawatiran para petani sebelum kemarahan mereka meledak menjadi gerakan yang lebih luas, seperti protes rompi kuning terhadap ketidakadilan ekonomi pada tahun 2019 yang merusak popularitas Macron dan kekerasan yang sering terjadi antara pengunjuk rasa dan polisi anti huru hara. [my/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com