Pesawat yang Diduga Terbangkan Korban Perdagangan Manusia, akan Diizinkan Tinggalkan Prancis

Seorang pengacara untuk pesawat charter “Legend Airlines,” pesawat jenis A340 tanpa tanda yang pada Kamis (21/12) lalu telah diarahkan dan ditempatkan di sebuah bandara kecil di bagian timur laut Prancis, mengatakan pesawat itu telah dijadwalkan berangkat menuju Mumbai, India, pada Minggu (24/12).

Pengacara itu, Liliana Bakayoko, mengatakan kepada Associated Press bahwa perusahaan tersebut memperkirakan hampir semua penumpang akan terbang sesuai jadwal pada Senin (25/12), kecuali dua orang yang telah ditahan dan kurang dari sepuluh lainnya yang telah mengajukan suaka.

Associated Press belum dapat menghubungi otoritas kehakiman untuk memastikan bahwa sekitar 300 penumpang yang berasal dari India dan dicurigai sebagai korban perdagangan manusia ini harus tetap berada Bandara Paris-Vatry, di Champagne-Ardenne Region, yang berada 150 kilometer di timur laut Paris, atau tidak. Namun hakim diperkirakan akan menyampaikan keputusan mereka pada hari Minggu ini juga.

Sebelumnya pihak berwenang mengatakan pesawat yang sedang dalam perjalanan dari Bandara Fujairah di Uni Emirat Arab menuju ke Managua, Nikaragua itu ditahan di Bandara Paris-Vatry pada hari Kamis setelah masuknya informasi tentang kemungkinan skema perdagangan manusia, yang membuat polisi melancarkan operasi besar-besaran.

Administrasi di wilayah Marne menyatakan seluruh penumpang pesawat itu telah dihadirkan di hadapan hakim, yang kini akan memutuskan untuk memperpanjang masa penahanan mereka di bandara itu atau tidak. Jika mereka tidak dapat ditahan lebih lama lagi maka mereka akan bebas meninggalkan Prancis.

Liliana Bakayoko, pengacara maskapai penerbangan yang berkantor di Rumania, mengatakan 15 awak pesawat charter “Legend Airlines” itu sempat diinterogasi, sebelum akhirnya dibebaskan. [em/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com