Pengadilan Perintahkan Pemerintah Kaledonia Baru Setop Memburu Hiu 

Pengadilan di Kaledonia Baru pada Kamis (28/12) memerintahkan pihak berwenang untuk menghentikan perburuan hiu, dengan alasan perburuan yang dilakukan berulang kali merupakan respons yang “tidak proporsional” untuk alasan melindungi para perenang di pantai.

Wilayah Prancis di Pasifik itu berusaha keras melindungi pantai-pantainya yang ramai pengunjung dari hiu setelah terjadi dua serangan hiu pada awal tahun, yang salah satunya menewaskan seorang wisatawan Australia.

Pemerintah setempat sempat melarang pengunjung mandi di pantai dan belum lama ini memasang jaring untuk menghalau hiu – sebuah langkah yang kontroversial.

Sejak awal tahun, pemerintah Kota Noumea, ibu kota Kaledonia, juga telah mengumumkan dicabutnya larangan memburu hiu, bahkan mengampanyekan perburuan hiu sebagai langkah “pencegahan” untuk membuat pantai-pantainya kembali aman.

Sebanyak 127 hiu telah dibunuh tahun ini – 83 hiu macan dan 44 hiu bulldog – menurut lembaga swadaya masyarakat (LSM) perlindungan laut Longitude 181.

LSM lainnya, “Ensemble pour la Planete” (Bersatu untuk Planet) menggugat kebijakan perburuan hiu ke pengadilan administratif teritori yang menangani kasus-kasus yang melibatkan pemerintah.

Pengadilan memutuskan bahwa kampanye perburuan hiu secara sistematis yang dilakukan Pemkot Noumea “tidak proporsional” terhadap ancaman yang ada, terutama karena tidak ada studi ilmiah mengenai populasi hiu yang mereka sasar maupun “dampaknya terhadap lingkungan.”

Pengadilan juga memutuskan bahwa provinsi selatan Kaledonia Baru bersalah karena mengizinkan balai kota Noumea membunuhi hiu di cagar alam maritim “yang jelas-jelas melarang penangkapan ikan.”

Pengecualian atas dasar dilakukan “secara terbatas” dan “secara proporsional” diperbolehkan, namun pengadilan menyatakan bahwa program perburuan hiu yang dilakukan pemerintah setempat tidak dilakukan dengan cara demikian.

“Ini adalah hadiah Natal yang indah bagi planet ini,” kata Didier Derand, presiden salah satu NGO yang menyerukan “demi lingkungan yang sehat” (Vagues), kepada AFP.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas La Reunion, tidak pernah terjadi serangan hiu di Noumea sebelum 2010. Namun, terjadi 13 serangan setelahnya, dari total 32 insiden dari seluruh wilayah Kaledonia Baru.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang mendorong kedatangan hiu dalam jumlah besar di teluk sekitar Noumea, yang terletak sekitar 1.200 kilometer di sisi timur Australia. [rd/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com