Pemerintah Kolombia dan Pemberontak Sepakati Gencatan Senjata

Pemerintah Kolombia dan para pejuang pemberontak dari kelompok Tentara Pembebasan Nasional (NLA) telah setuju untuk memperpanjang kesepakatan gencatan senjata mereka, untuk enam bulan ke depan, bersamaan dengan mereka menegosiasikan kesepakatan perdamaian.

Kesepakatan ini diumumkan pada Selasa di Havana, dimana para negosiator telah menyelenggarakan pembicaraan damai enam putaran. Kelompok pemberontak, yang dikenal dengan singkatan ELN, tidak akan melakukan upaya penculikan demi tebusan, di bawah kesepakatan ini.

Pakta gencatan senjata awal telah dicapai pada Agustus tahun lalu. Kesepakatan tersebut kadaluwarsa pada Rabu pekan lalu, tetapi kedua belah pihak sepakat untuk memperpanjangnya selama lima hari.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro memegang tampuk kekuasaan pada 2022 dan berjanji untuk mengkhiri perang selama enam decade, antara pemerintah dan sejumlah kelompok bersenjata yang telah menyebabkan lebih dari 450 ribu warga Kolombia tewas.

Pemerintah mencapai kesepakatan damai penting dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia atau FARC pada 2016.

Negosiasi antara ELN dan pemerintah hampir saja keluar dari jalur ketika kelompok pemberontak menculik ayah dari pemain sepakbola terkenal Kolombia, Luiz Diaz dan menahannya selama beberapa hari. [ns/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com