Pejabat AS, Meksiko akan Bertemu Bahas Peningkatan Migrasi

Para pejabat Amerika dan Meksiko dijadwalkan bertemu di Mexico City, Rabu (27/12). Mereka akan membahas apa yang digambarkan Gedung Putih sebagai peningkatan dramatis arus migran melalui wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken, Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas dan penasihat Keamanan Dalam Negeri Gedung Putih Liz Sherwood-Randall mewakili pihak Amerika. Sedangkan Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador dan kabinet keamanan Meksiko menjadi tuan rumah pembicaraan.

Kepada wartawan pada Jumat, López Obrador mengatakan Meksiko dan Amerika Serikat akan terus bekerja sama, menyoroti perlunya migrasi berjalan tertib dan mengatasi akar permasalahan yang menyebabkan orang meninggalkan rumah. Ia mengatakan, fenomena migrasi bukan karena pilihan, namun karena keharusan.

Kementerian Luar Negeri Meksiko mengatakan dalam pernyataan bahwa pertemuan pada Rabu merupakan peluang untuk menegaskan kembali kerja sama dalam masalah migrasi, termasuk perluasan jalur hukum bagi para migran. Meksiko pada Mei setuju untuk menerima migran dari negara-negara seperti Venezuela, Nikaragua dan Kuba yang ditolak dari perbatasan Amerika karena tidak mengikuti aturan yang ada untuk jalur suaka atau bentuk migrasi lainnya.

Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika (CBP) mencatat adanya 242,418 migran pada November. Ini jumlah yang hampir sama pada Oktober dan pada periode yang sama tahun lalu, tetapi sekitar 70,000 lebih banyak dibandingkan pada November 2022.

Amerika pekan lalu sempat menutup beberapa perlintasan kereta api dengan Meksiko karena para migran menggunakan kereta barang untuk sampai ke daerah-daerah dekat perbatasan. Penutupan itu juga diperlukan guna mengarahkan personel CBP untuk membantu Patroli Perbatasan Amerika dalam menahan para migran.

Beberapa hari menjelang pertemuan Rabu, sekelompok migran yang diperkirakan berjumlah 6.000 orang berangkat dari Tapachula, dekat perbatasan selatan Meksiko dengan Guatemala. Ini merupakan salah satu kelompok migran terbesar dalam lebih dari setahun yang mencoba menuju perbatasan Amerika.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan Presiden Amerika Joe Biden dan Presiden Meksiko López Obrador berdiskusi melalui telepon tentang langkah-langkah apa yang bisa diambil di Meksiko untuk memperlambat peningkatan migran yang menuju perbatasan Amerika. Kirby mengutip pos pemeriksaan kereta api dan jalan raya, serta kehadiran militer Meksiko di bagian selatan negara itu. Ia juga mengatakan pertemuan pada Rabu akan mencakup upaya untuk membahas tindakan-tindakan tersebut secara lebih rinci.(ka/ab)

Sumber: www.voaindonesia.com