Pancho Claus, ‘Sepupu’ Sinterklas dari Meksiko yang Populer di Texas

Ada beberapa perbedaan penting antara Pancho Claus dan Santa Claus atau Sinterklas. Sinterklas berkeliling dengan kereta luncur, sedangkan Pancho menjelajahi jalanan dengan sepeda lowrider, sepeda dengan roda kecil dan sadelnya rendah, ketika membagikan mainan untuk anak-anak. Pancho juga mengenakan topi fedora, kaca mata hitam dan setelan zoot, semacam jas longgar panjang yang dipadukan dengan celana berpinggang tinggi dan ujungnya menyempit.

Sosok ini muncul pada tahun 1970-an pada masa berkembangnya gerakan hak-hak sipil Chicano dan mewakili warisan budaya Hispanik bagi orang-orang yang tinggal di bagian selatan AS, terutama Texas.

Selama 40 tahun lebih, Richard Reyes telah menjadi Pancho Claus di Houston, Texas. Pada tahun 1981, Reyes menulis skenario drama mengenai Pancho Claus berdasarkan puisi Natal yang biasa dikenal sebagai “The Night Before Christmas, Malam Sebelum Natal.

Reyes mengatakan, “.. Sebelum saya menyadarinya, komunitas saya mulai percaya bahwa saya benar-benar Pancho Claus. Dan saya mulai mendapat tentang cerita-cerita mengenai orang-orang tak mampu di komunitas kami.”

Penari Jaylon Turner dan Uriah Cano tampil bersama band Pancho Claus, di acara Navidad en el Barrio di Houston, Texas, AS, 16 Desember 2023. REUTERS/Evan Garcia

Tidak lama setelah dramanya dipertunjukkan, Reyes mulai mengumpulkan dana untuk membeli mainan bagi anak-anak di kalangan masyarakat tak mampu di Houston. Lelaki berusia 72 tahun ini dikenal mengendarai sepeda lowrider-nya melalui kawasan East End Houston yang mayoritas warganya keturunan Latino pada hari Natal. Ia membagikan hadiah untuk keluarga-keluarga yang menyambutnya di jalan-jalan.

Pancho Claus Art, organisasi nirlaba pimpinan Reyes, menggalang ribuan dolar setiap tahun untuk menyumbang hadiah pada berbagai acara seperti Navidad en el Barrio, atau Natal di Lingkungan. Setiap tahun sekitar 2.000 anak-anak dari 50 SD di Houston menerima hadiah dan menyaksikan pertunjukan yang ditampilkan Pancho Claus dan sesama penari yang juga mengenakan setelan zoot.

Jose Herrera, sukarelawan acara tersebut yang berusia 40 tahun mengatakan, ia teringat masa kecilnya di Houston, ketika ia menunggu-nunggu kehadiran Pancho Claus. Katanya,“Hadiah yang rutin kami terima adalah baju, sepatu .. kebutuhan yang kami perlukan untuk tahun berikutnya. Menyenangkan sekali mengetahui kami mendapat hadiah setiap tahun dari Pancho Claus.”

Direktur Eksekutif Navidad en el Barrio Israel Gomes telah mengundang Reyes untuk menutup acara itu sejak acara tersebut dimulai pada tahun 1980-an. Ia mengatakan gaya berpakaian Pancho Claus yang mencolok telah membawa kegembiraan bagi anak-anak.

Ia mengemukakan, “Jadi Pancho Claus, bagi saya, mewakili seorang panutan bagi anak-anak kami. Seseorang yang meskipun mengenakan setelan zoot dan mungkin Anda tahu, stereotipnya. Bagi anak-anak, mereka dapat menirunya. Dan Richard, Pancho Claus, menyampaikan pesan yang luar biasa untuk anak-anak kami. Jika kita menyimaknya, kita membutuhkan dia di sini bersama dengan komunitas kita.” [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com