Pakistan Lancarkan Serangan Militer Balasan terhadap ‘Persembunyian Teroris’ di Iran

Pakistan pada Kamis (18/1) mengatakan bahwa militernya melancarkan serangan terhadap “tempat-tempat persembunyian teroris” di negara tetangganya, Iran, dua hari setelah Teheran mengebom apa yang disebutnya sebagai “teroris Iran” yang berlindung di wilayah Pakistan.

Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan bahwa serangan militernya yang “sangat terkoordinasi dan tepat sasaran” menewaskan “sejumlah teroris” di Sistan-Baluchistan, provinsi perbatasan di Iran, dalam misi bersandi “kematian bagi teroris.”

“Pakistan menghormati sepenuhnya kedaulatan dan integritas teritorial Republik Islam Iran. Satu-satunya tujuan tindakan hari ini adalah mencapai keamanan dan kepentingan nasional Pakistan sendiri yang merupakan hal terpenting dan tidak dapat dikompromikan,” kata kementerian itu.

Seorang pejabat keamanan mengatakan kepada VOA secara anonim bahwa pesawat-pesawat tempur melancarkan pengeboman tanpa memasuki wilayah angkasa Iran dan menargetkan kamp-kamp Tentara Pembebasan Baluchistan (BLA) yang antipemerintah Pakistan. BLA telah ditetapkan sebagai organisasi teroris global oleh AS.

Media pemerintah Iran mengutip para pejabat keamanan yang mengatakan serangan Pakistan menewaskan sedikitnya tujuh orang “nonwarga negara Iran” di Saravan, kota perbatasan di bagian tenggara.

Tindakan militer balasan Pakistan itu berlangsung setelah otoritas Iran Selasa mengatakan “serangan rudal dan drone” mereka menghancurkan markas-markas sebuah kelompok militan anti-Iran, Jaish al-Adl (Tentara Keadilan), di provinsi perbatasan Pakistan, Baluchistan.

Islamabad mengutuk serangan tersebut, yang dikatakannya menewaskan dua anak-anak dan beberapa warga sipil lainnya, serta bertekad akan memberi tanggapan yang sesuai.

Tindakan militer Pakistan pada Kamis itu menandai eskalasi yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam ketegangan antara kedua negara.

Pada Rabu, Pakistan mengatakan menarik duta besarnya dari Teheran dan menangguhkan semua hubungan bilateral dengan Iran untuk memprotes serangan udara lintas perbatasan “tanpa alasan” yang dilakukan oleh pasukan keamanan Iran. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com