Norwegia Hentikan Adopsi dari 4 Negara Asia

Norwegia menghentikan adopsi anak-anak dari Filipina, Thailand, Taiwan dan Korea Selatan sambil menunggu penyelidikan atas beberapa kasus yang diduga ilegal, kata surat kabar Norwegia, Selasa (16/1).

Direktorat Urusan Anak-anak, Remaja dan Keluarga Norwegia mengatakan kepada surat kabar VG bahwa keluarga yang telah ditetapkan mendapat anak dari Filipina, Thailand atau Taiwan akan diizinkan untuk menyelesaikan proses adopsi, tetapi hanya setelah dilakukan penilaian oleh institusi tersebut.

Pasangan yang mendapat persetujuan untuk mengadopsi anak dari Korea Selatan juga akan diizinkan untuk melanjutkan meskipun mereka belum mendapatkan anak itu, kata surat kabar itu.

Mayoritas anak-anak yang diadopsi di Norwegia berasal dari Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Filipina dan Kolombia, menurut statistik nasional.

Kepala direktorat tersebut, Hege Nilssen, mengatakan awal bulan ini bahwa pemeriksaan terhadap sistem adopsi diperlukan menyusul laporan media tentang dugaan adopsi ilegal. VG melaporkan bahwa beberapa anak di Filipina dijual dan diberikan akta kelahiran palsu.

“Risiko pemalsuan dokumen begitu besar sehingga kami tidak dapat memastikan bahwa keamanan hukum anak-anak tetap terjaga,” kata VG mengutip pernyataan direktorat tersebut ketika mengumumkan penangguhan adopsi dari empat negara tersebut.

Pada bulan November, badan yang sama juga menghentikan adopsi dari Madagaskar, dengan alasan kurangnya keamanan untuk memastikan adopsi tersebut “dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip internasional untuk adopsi.”

Satu-satunya badan adopsi di Swedia mengatakan pada bulan November bahwa mereka menghentikan adopsi dari Korea Selatan menyusul adanya klaim dokumen palsu tentang asal-usul anak-anak yang diadopsi dari negara Asia tersebut.

Norwegia memiliki tiga lembaga adopsi swasta. Verdens Barn menangani adopsi dari Thailand, Korea Selatan dan Afrika Selatan; Inoradopt mengatur adopsi anak-anak dari Hongaria, Taiwan, Bulgaria dan Republik Ceko; dan Adoptionsforum memfasilitasi adopsi anak-anak dari Filipina, Kolombia dan Peru. [ab/ns]

Sumber: www.voaindonesia.com