Netanyahu Ancam Perluas Serangan ke Bagian Selatan Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pada Selasa (26/12), kembali mengeluarkan peringatan kepada kelompok militan Hamas, dengan mengatakan militer Israel “akan memperluas pertempuran di bagian selatan Jalur Gaza dan tempat-tempat lain.”

“Kami memiliki pejuang di lapangan, terkadang juga di bawah tanah, dan kami dapat memantau dari angkasa. Kami mengatakan kepada teroris Hamas: kami melihat Anda dan kami akan menangkap Anda. Kami melanjutkan perang ini, memperluas pertempuran di selatan Jalur Gaza dan di tempat-tempat lain. Kami bertempur hingga akhir, dan dengan bantuan teknologi paling canggih,” kata Netanyahu.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut ketika pasukan Israel memborbardir kamp pengungsi Palestina di bagian tengah Gaza dan memerintahkan warga untuk mengungsi.

Tindakan itu merupakan isyarat bahwa militer Israel berencana memperluas serangan darat ke bagian lain dari wilayah yang sudah terkepung itu.

Kemungkinan meluasnya zona pertempuran itu berpotensi menimbulkan kehancuran lain dalam perang, yang menurut pihak militer Israel akan berlangsung selama “berbulan-bulan,” setelah mereka bersumpah akan menghancurkan Hamas pasca serangan kelompok itu ke bagian selatan Israel pada 7 Oktober lalu.

Pasukan Israel telah terlibat dalam pertempuran sengit di kota-kota di bagian utara Gaza dan Kota Khan Younis di bagian selatan Gaza. Hal ini mendorong warga Palestina mencari perlindungan ke daerah-daerah lain yang sudah semakin terkepung.

Serangan Israel ke Jalur Gaza ini merupakan yang paling dahsyat dalam sejarah terkini.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola Hamas, mengatakan hingga hari Selasa, sedikitnya 20.900 warga Palestina tewas, si mana dua pertiganya di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Angka tersebut tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan.

Sebanyak 240 orang dilaporkan tewas pada hari Selasa saja.

Israel bertekad menghabisi kemampuan Hamas di Gaza setelah serangan 7 Oktober lalu yang menewaskan 1.200 warga Israel, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 240 orang lainnya. Israel juga berjanji akan membebaskan lebih dari 100 orang yang masih disandera. [em/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com