Negara-negara Timur Tengah Harus Cegah ‘Siklus Kekerasan Tanpa Akhir’

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, Sabtu (6/1), mengatakan negara-negara Timur Tengah perlu menggunakan pengaruh mereka terhadap pihak-pihak regional untuk membendung konflik di Gaza dan mencegah “siklus kekerasan yang tiada akhir.”

Blinken berbicara pada sore hari setelah bertemu dengan para pemimpin Turki dan Yunani pada awal lawatan selama seminggu untuk meredakan ketegangan yang meningkat sejak perang Israel dengan Hamas dimulai pada Oktober.

Blinken mengatakan semua negara di Timur Tengah berkepentingan untuk membendung pertempuran tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa negara-negara yang merasakan hal yang sama juga menggunakan hubungan mereka, memanfaatkan pengaruh mereka, memanfaatkan hubungan mereka dengan beberapa pihak yang mungkin terlibat untuk menjaga situasi terkendali, memastikan kita tidak melihat adanya penyebaran konflik,” katanya sebelum terbang ke Yordania.

Kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran mengatakan pada Sabtu (6/1) bahwa mereka menghujani Israel sejumlah roket. Dan sebagai balasan, musuh bebuyutannya itu mengatakan bahwa mereka juga menyerang “sel teroris.”

Blinken mengatakan sangat penting bagi Israel untuk memastikan keamanan di bagian utara negara itu.

“Dari sudut pandang Israel, jelas mereka tidak tertarik, tidak menginginkan eskalasi…tetapi mereka juga harus siap sepenuhnya untuk membela diri,” ujarnya.

Blinken, yang juga akan mengunjungi negara-negara Arab, Israel dan Tepi Barat yang diduduki, mengatakan jika upaya untuk menyelesaikan krisis tersebut gagal, maka hasilnya akan berupa “lingkaran kekerasan tanpa akhir… dan kehidupan yang tidak aman serta konflik bagi masyarakat di wilayah tersebut.”

Dia juga mengatakan akan mencari apa yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan perlindungan warga sipil di Gaza dan meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

“Terlalu banyak warga Palestina yang terbunuh, terutama anak-anak,” tukasnya. [ah/ft]

Sumber: www.voaindonesia.com