Nasib Pendaftaran Swedia ke NATO di Tangan Hungaria, Usai Turki Beri Persetujuan

Hungaria mendukung proses pendaftaran Swedia ke NATO, kata Balazs Orban, direktur politik Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, Rabu (24/1) lalu.

Hungaria adalah satu-satunya negara anggota NATO yang belum mengesahkan keanggotaan Swedia dalam aliansi keamanan dan pertahanan negara-negara Atlantik utara tersebut, sehingga membuat Stockholm belum bisa bergabung.

Dalam unggahannya di platform media sosial X hari Rabu, Viktor Orban mengatakan dirinya akan mendesak parlemen Hungaria untuk menyelesaikan proses ratifikasi sesegera mungkin.

Saat diwawancarai stasiun televisi ATV, Balazs mengatakan, “Anggota parlemen Hungaria dari kubu pemerintah merasa bahwa cara elit politik Swedia menyerang Hungaria selama sepuluh tahun terakhir mengenai sejumlah kebijakan menjadi alasan kami untuk meminta konsultasi politik lebih jauh dengan Swedia, karena ini berhubungan dengan komitmen kami terhadap sebuah aliansi militer gabungan.”

Balazs mengatakan bahwa Hungaria sudah mengajak Swedia berkonsultasi sejak satu setangah tahun lalu. Pemerintah Swedia sendiri, Kamis (25/1) mengatakan bahwa perdana menterinya, Ulf Kristersson, mengajak Orban bertemu di Brussels pekan depan untuk membahas pengajuan keanggotaan Swedia dalam NATO.

Sementara itu, Selasa (23/1) lalu, parlemen Turki akhirnya memberikan persetujuannya terhadap keanggotaan Swedia dalam NATO. Amerika Serikat pun menyambut baik perkembangan itu.

Menurut seorang pejabat Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden telah mengirim surat kepada pemimpin dan anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri Senat dan DPR AS hari Selasa, untuk memberi tahu mereka bahwa pemerintahannya bermaksud memberi tahu Kongres secara resmi tentang penjualan pesawat tempur F-16 produksi Lockheed Martin kepada Turki segera setelah Ankara menyelesaikan proses penerimaan Swedia ke dalam NATO. Biden mendesak Kongres untuk menyetujui penjualan itu “tanpa penundaan.”

Selama ini, penundaan Turki untuk menyetujui keanggotaan Swedia ke dalam NATO menjadi rintangan besar bagi Ankara untuk memperoleh persetujuan Kongres AS untuk membeli pesawat tempur asal Amerika tersebut.

Dalam konferensi pers hari Rabu, Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel mengatakan, “Tentu saja kami menyambut baik kemajuan yang kami lihat di Turki minggu ini dan kami berharap mitra kami, Hungaria, juga mengikuti kemajuan ini.”

Menteri Luar Negeri Swedia Tobias Billstrom mengatakan pada hari Selasa (23/1) bahwa keanggotaan negaranya di NATO belum “selesai” hingga semua negara anggota mengesahkan penerimaan Swedia ke dalam NATO.

“Proses Swedia di NATO belum selesai sampai semua negara yang perlu meratifikasi Swedia melakukannya dan menyerahkan dokumen mereka ke Departemen Luar Negeri AS. Sekarang, kami memiliki harapan besar bahwa dokumen Turki dapat diserahkan, disusul Hungaria. Kami akan menganggap diri kami anggota penuh NATO jika itu semua sudah tercapai,” sebutnya.

Swedia dan Finlandia secara bersamaan mengajukan pendaftaran untuk menjadi anggota NATO pada tahun 2022 untuk meningkatkan pertahanan mereka menyusul invasi Rusia ke Ukraina. Langkah keduanya merupakan pergeseran sikap bersejarah dari kebijakan keamanan non-blok yang dianut sebelumnya, yang akan meningkatkan pertahanan NATO di wilayah Laut Baltik yang berhadapan dengan Rusia.

Meski demikian, Turki mulanya merasa keberatan karena menganggap kedua negara itu melindungi kelompok yang dianggap Ankara sebagai teroris, sebelum menyetujui keanggotaan Finlandia pada April 2023. [rd/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com