Menyusul Konflik Bersenjata di Ekuador, Kedubes China Tangguhkan Layanan Publik

Kedutaan Besar China dan seluruh konsulatnya di Ekuador menghentikan layanan publik mulai hari Rabu (10/1), kata kedutaan besar China dalam sebuah pernyataan, setelah Ekuador mengalami apa yang disebut Presiden Daniel Noboa sebagai “konflik bersenjata internal”.

“Pembukaan kembali layanan untuk umum akan diumumkan pada waktunya,” kata kedutaan dalam siaran pers berbahasa Spanyol yang diposkan di situs media sosial WeChat.

Presiden Ekuador, Selasa (9/1), memberi perintah untuk “menetralisir” geng-geng kriminal setelah sekelompok orang bersenjata melepaskan tembakan di sebuah studio TV dan mereka mengancam akan mengeksekusi orang secara membabi-buta di negara yang penuh kekerasan tersebut.

Delapan orang tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan di kota pelabuhan Guayaquil, dan dua polisi “dibunuh dengan kejam oleh penjahat bersenjata” di kota terdekat, Nobol, kata polisi Selasa malam.

Sebelumnya dikenal sebagai negara damai yang diapit oleh dua eksportir kokain terkemuka, Kolombia dan Peru, dalam beberapa tahun terakhir, Ekuador mengalami perubahan. Kekerasan meledak di negara itu ketika geng-geng yang memiliki hubungan dengan kartel-kartel Meksiko dan Kolombia bersaing untuk mendapatkan kendali di Ekuador.

Setelah Jose Adolfo Macias, alias Fito, melarikan diri dari penjara, Presiden Noboa pada hari Senin mengumumkan keadaan darurat dan jam malam di seluruh negeri. Fito adalah pemimpin geng terbesar di Ekuador, Los Choneros.
Pada hari Rabu, Beijing mengatakan pihaknya “mengamati secara saksama perubahan situasi keamanan” di Ekuador.

“Kementerian Luar Negeri telah menginstruksikan kedutaan dan konsulat-konsulatnya di Ekuador untuk segera meluncurkan mekanisme tanggap darurat untuk perlindungan konsuler,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning.

“Kami saat ini sedang memverifikasi situasi keamanan bagi warga negara dan institusi China di Ekuador, dan mengeluarkan peringatan mengenai tindakan pencegahan keamanan melalui berbagai saluran,” katanya.

China, tambahnya, “mendukung pemerintah Ekuador dalam upayanya menjaga stabilitas sosial dan berharap Ekuador segera memulihkan ketertiban”. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com