Menkopolhukam Akui Akun Mahfud MD Diretas

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Selasa (16/1) sore mengakui bahwa akun Instagram pribadi Menkopolhukam Mahfud MD diretas dan sedang dilakukan upaya untuk memulihkan akun tersebut.

“Saat ini status akun Instagram pribadi Bapak Mahfud MD (www.instagram.com/mohmahfudmd) diretas oleh pihak lain di luar tim pengelola,” demikian petikan pernyataan tertulis Rizal Mustary, Staf Khusus Menko Polhukam yang diterima VOA beberapa saat lalu.

Peretasan yang terjadi sejak siang hari ini membuat akun Mahfud MD, yang juga cawapres nomor urut 3, menampilkan video pendek berdurasi kurang dari 12 detik yang memperlihatkan sembilan orang berpakaian ala tentara – enam laki-laki dan dua perempuan – saling menyundul bola. Video itu diberi tulisan dalam bahasa Hebrew, yang terjemahannya berarti “Tuhan di atas saya, siapa yang dapat mengontrol saya?”

Netizen Bereaksi Keras

Netizen bereaksi keras dengan postingan tersebut. Akun @fa_mahen menulis “Main ngehack ya?? Sudah tau siapa ini.. selain itu pro israel ini jadi makin yakin, yang retas akun Prof Mahfud pasti pro Israel.” Sementara @siscascholastika menulis “Ini cawapres kami. Kalian yang hack siapa pun itu semesta akan membalas nya!!!!!” dan @daus.71.albantani menulis “Settingan biar seolah – olah diretas & menuduh pesaing nya, masyarakat sudah cerdas pak.” Ada juga @albertus_fransiskus_manurung yang berupaya menenangkan netizen dengan mengatakan “Akun IG milik Prof Mahfud diretas dan peretasnya sengaja mengupload video ini agar terkesan dgn narasi Prof Mahfud dukung Israel. Target peretas adalah netizen yg membela Gaza yg menonton video tsb agar suara Prof Mahfud berpindah. Kita bantu balikkan akun IG Prof Mahfud ya.”

Persaingan sengit menjelang pemungutan suara 14 Februari membuat insiden ini sangat menarik perhatian publik dan banyak komentar ditujukan kepada tim capres/cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Rizal Mustary menegaskan “segala post dan direct message dari akun tersebut sejak pagi hari ini bukanlah dari Bapak Mahfud MD.” [em/ab]



Sumber: www.voaindonesia.com