Legislator Korsel Diserang dan Alami Cedera Ringan

Bae Hyun-jin, anggota parlemen dari partai yang berkuasa di Korea Selatan, dirawat karena luka robek di sebuah rumah sakit di Seoul setelah diserang oleh seorang lelaki tak dikenal, Kamis (25/1). Tersangka pelaku memukul kepala Bae dengan sebuah benda, kata polisi dan petugas pemadam kebakaran Korea Selatan.

Seorang pejabat kepolisian di distrik Apgujeong, Seoul, mengatakan, tersangka ditangkap di lokasi serangan di bagian selatan Seoul.

Serangan ini, yang terjadi beberapa pekan setelah seorang lelaki menikam leher pemimpin oposisi Lee Jae-myung di kota Busan, di bagian selatan, menimbulkan kekhawatiran lebih jauh mengenai politik yang sangat terpolarisasi di negara itu.

Media Korea Selatan, mengutip para staf Bae, mengatakan, tersangka mendekati Bae dan bertanya apakah ia benar-benar anggota parlemen sebelum menyerangnya dengan benda yang tampaknya seperti batu. Telepon ke kantor Bae tidak segera dijawab.

Bae, mantan pembaca berita televisi, terpilih pada tahun 2020 dan dianggap sebagai orang kepercayaan Presiden Yoon Suk Yeol.

Park Sukh Que, ahli bedah saraf di Soonchunhyang University Seoul Hospital, mengatakan, Bae mengalami cedera ringan, termasuk goresan dan sayatan, dan dirawat dalam kondisi stabil.

Pemimpin oposisi Korea Selatan Lee Jae-myung meninggalkan Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul di Seoul, 10 Januari 2024. (Jung Yeon-je / AFP)

Kerasnya serangan itu menyebabkan Bae jatuh dengan benturan di bagian belakang kepalanya, tetapi tidak ada tanda-tanda gegar otak atau perdarahan internal, kata Park. “Untungnya, pendarahannya tidak terlalu serius,” kata Park dalam konferensi pers. “Ia memang mengalami sakit kepala dan menunjukkan sedikit gejala kecemasan setelah terguncang oleh serangan tersebut.”

Lelaki yang menyerang pemimpin oposisi, Lee, mengatakan kepada para penyelidik setelah ditangkap bahwa ia ingin membunuh Lee untuk mencegahnya menjadi presiden pada masa mendatang. Lee keluar dari rumah sakit setelah menjalani perawatan selama delapan hari.

“Bekas luka saya terasa sakit lagi setelah insiden luar biasa ini,” kata Lee mengenai serangan terhadap Bae, seraya menggambarkannya sebagai tindakan “terorisme politik,” yang tidak boleh ditoleransi.

“Perlu ada tanggapan yang menyeluruh dan tegas. Kami berdoa agar legislator Bae cepat sembuh dan kami juga berdoa untuk keluarganya,” kata Lee dalam sebuah pernyataan.

Han Dong-hoon, ketua Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa, menyerukan investigasi menyeluruh dan agar penyerang “dihukum keras.”

Thae Yong Ho, legislator lainnya dari Partai Kekuatan Rakyat, menyebut serangan itu sebagai “tantangan serius” terhadap demokrasi Korea Selatan.

“Politik kebencian, kemarahan dan kekerasan harus diakhiri,” kata Thae, mantan diplomat Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan pada 2016, dalam sebuah postingan di Facebook. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com