Korut akan Sambut Turis Rusia, Pelancong Asing Pertama Sejak Pandemi

Turis Rusia yang dikabarkan melakukan perjalanan ski ke Korea Utara akan menjadi pelancong internasional pertama yang mengunjungi negara itu sejak Pyongyang menutup perbatasannya pada tahun 2020 di tengah-tengah lockdown karena pandemi global.

Laporan itu, yang diterbitkan hari Rabu oleh kantor berita pemerintah Rusia Tass, menekankan kerja sama yang mendalam antara Moskow dan Pyongyang. Ini terjadi setelah pertemuan September lalu antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin di sebuah kosmodrom di Rusia Timur Jauh.

Tass tidak merinci kerangka waktunya tetapi laporan itu menimbulkan kejutan bagi para pengamat Asia yang memperkirakan turis pertama pascapandemi ke Korea Utara akan berasal dari China, sekutu diplomatik dan penyokong ekonomi terbesar Korea Utara.

Wisatawan mengunjungi Gunung Kumgang di Korea Utara. Satu dekade setelah eksperimen kerja sama pariwisata Utara-Selatan di Kumgang berakhir dengan kegagalan pahit menyusul penembakan fatal terhadap seorang turis Korea Selatan pada tahun 2008. (Foto: AP)

Menurut Tass, sejumlah wisatawan dari Primorye, di wilayah timur jauh Rusia, akan terbang terlebih dulu ke ibu kota Korea Utara, Pyongyang, di mana mereka akan mengunjungi berbagai monumen seperti Menara Ide Juche, mengacu pada nama filosofi panduan Korea Utara, juche, atau kemandirian.

Para wisatawan kemudian melanjutkan perjalanan ke Masik Pass di pesisir timur Korea Utara, lokasi resor ski paling modern di negara itu, kata Tass. Disebutkan pula bahwa perjalanan itu diatur berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara Oleg Kozhemyako, gubernur Primorye dan otoritas Korea Utara.

Kozhemyako bepergian ke Pyongyang pada Desember lalu untuk mengadakan pembicaraan mengenai peningkatan hubungan ekonomi sebagai bagian dari serangkaian pertukaran bilateral sejak pertemuan puncak Kim-Putin. Menjelang kunjungan itu, ia mengatakan kepada media Rusia bahwa ia berencana membahas kerja sama pariwisata, pertanian dan perdagangan.

Pertemuan puncak Kim-Putin memperdalam keyakinan pihak asing bahwa Korea Utara memasok senjata konvensional untuk Rusia bagi perangnya di Ukraina, sebagai imbalan atas teknologi senjata Rusia.

Gedung Putih pekan lalu mengatakan memiliki bukti bahwa Rusia menembakkan rudal-rudal tambahan yang diberikan Korea Utara ke Ukraina. AS, Korea Selatan, Jepang dan beberapa negara lain mengeluarkan pernyataan yang mengecam pengiriman rudal itu.

Korea Utara dan Rusia terlibat dalam konfrontasi terpisah dengan AS dan sekutu-sekutunya – Korea Utara karena program nuklirnya dan Rusia karena perangnya yang berlarut-larut dengan Ukraina. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com