Komite Parlemen Irak Investigasi Lokasi Pangkalan Milisi yang Diserang AS

Sejumlah anggota komite parlemen dan keamanan Irak pada hari Minggu (4/2) berkunjung ke pangkalan Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) yang terletak di dekat perbatasan Suriah, setelah pangkalan tersebut diserang dalam operasi serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat.

Setelah mengunjungi lokasi di provinsi Al Anbar, Ketua Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, Abbas al Zamili, mengatakan serangan itu merupakan “pelanggaran Piagam PBB dan semua norma internasional.”

“Dunia pada umumnya, dan khususnya pemerintah Irak, harus menentang insiden ini dan Amerika Serikat,” tambahnya.

Serangan udara yang dilancarkan AS itu menyasar delapan posisi militer dan logistik PMF di kota perbatasan al Qaim dan Okashat, di provinsi Al Anbar, demikian petikan pernyataan yang diterbitkan PMF.

“Serangan ini mengakibatkan gugurnya 17 pejuang dan mencederai 35 anggota lainnya,” tulis pernyataan tersebut.

Muyyad al Saeedi, petugas media di PMF, mengatakan sebuah laporan tengah disiapkan oleh parlemen dan komite keamanan untuk diserahkan kepada pihak parlemen dan pemerintah.

PMF merupakan koalisi milisi-milisi yang didukung Iran dan secara resmi bergabung ke dalam angkatan bersenjata Irak setelah bersama-sama melawan ISIS pada tahun 2014. Dalam praktiknya, PMF beroperasi di luar kendali pemerintah Irak.

Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap puluhan lokasi milisi yang didukung Iran, di Irak barat dan Suriah timur, sebagai balasan atas serangan terhadap instalasi militer Amerika Serikat di Yordania pada akhir Januari lalu yang menewaskan tiga anggota militer AS dan mencederai puluhan lainnya. [jm/em/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com