Kim Jong-un Injak Usia 40 Tanpa Perayaan Publik

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berulang tahun yang ke-40 pada hari Senin (8/1) tanpa adanya perayaan publik.

Sejak mengambil alih kekuasaan pada akhir tahun 2011, Kim, generasi ketiga dari keluarganya yang memerintah Korea Utara, diyakini telah membentuk kepemimpinan absolut yang serupa dengan para pendahulunya.

Namun ulang tahunnya sejauh ini tidak pernah dirayakan secara resmi, tidak seperti mendiang ayahnya, Kim Jong Il dan kakeknya, Kim Il Sung. Ulang tahun mereka adalah dua hari libur terbesar di Korea Utara dan ditandai dengan kemeriahan, kampanye loyalitas, dan terkadang parade militer besar-besaran.

Pada hari Senin, kantor berita pemerintah Korea Utara menerbitkan artikel panjang yang memuji bimbingan Kim terhadap proyek-proyek konstruksi besar dalam dekade terakhir. Dilaporkan juga Kim mengunjungi peternakan ayam bersama putrinya pada hari sebelumnya. Tapi, artikel itu tidak menyebutkan hari ulang tahunnya.

Beberapa pengamat berspekulasi bahwa Kim mungkin berpikir ia masih terlalu muda atau membutuhkan prestasi lebih besar untuk mengadakan perayaan ulang tahun yang mewah. Yang lain mengatakan tidak adanya pesta ulang tahun publik mungkin terkait dengan kekhawatirannya mengenai perhatian terhadap mendiang ibunya yang lahir di Jepang.

Upaya Kim untuk mengembangkan persenjataan nuklir yang lebih besar telah mengundang sanksi yang dijatuhkan AS, yang bersama dengan penutupan perbatasan selama pandemi diyakini telah berdampak buruk pada perekonomian Korea Utara yang rapuh. Kim kemudian mengakui kegagalan kebijakannya karena janjinya bahwa Korea Utara “tidak perlu mengencangkan ikat pinggang lagi” masih belum terpenuhi.

“Bagi Kim, mengidolakan dirinya sendiri mungkin masih menjadi beban politik karena ia masih muda dan belum mengumpulkan banyak prestasi,” kata Hong Min, seorang analis di Institut Unifikasi Nasional Korea di Seoul.

Kim Yeol Soo, seorang ahli di Institut Urusan Militer Korea Selatan, mengatakan mungkin perlu beberapa waktu agar ulang tahunnya menjadi hari libur resmi karena para anggota elit penguasa Korea Utara yang sudah lanjut usia masih menganggap ia terlalu muda.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertepuk tangan pada Pertemuan Nasional Para Ibu ke-5 di Pyongyang dalam gambar yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea, 4 Desember 2023. (KCNA via REUTERS)

Ulang tahun merupakan inti dari mitologi Kim Il Sung dan Kim Jong Il, yang telah memerintah Korea Utara dengan status seperti dewa sejak negara tersebut berdiri pada tahun 1948.

Ulang tahun mereka, 15 April untuk Kim Il Sung, dan 16 Februari untuk Kim Jong Il, biasanya dirayakan dengan penghormatan kepada patung-patung raksasa mereka, pesta dansa, kembang api, dan pertunjukan seni.

Pada beberapa hari ulang tahun yang penting, militer Korea Utara mengadakan parade militer besar-besaran lengkap dengan senjata-senjata yang mampu menarget AS dan Korea Selatan.

Ulang tahun Kim Il Sung ditetapkan sebagai hari libur resmi pada tahun 1968 ketika ia berusia 56 tahun, menurut situs web yang dikelola oleh Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani hubungan dengan Korea Utara. Ulang tahun Kim Jong Il dilaporkan menjadi hari libur resmi pada tahun 1982, ketika ia berusia 40 tahun.

Korea Utara tidak pernah secara resmi mengomentari hari ulang tahun Kim Jong Un. Satu-satunya saat Kim diberi penghormatan di depan umum pada hari ulang tahunnya adalah pada tahun 2014, ketika mantan bintang NBA Dennis Rodman menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” sebelum pertandingan eksibisi bola basket di Pyongyang. Situs web yang dikelola Kementerian Unifikasi menyatakan bahwa Kim Jong-un lahir pada 8 Januari. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com