Kapal Pos Terakhir di Australia Antar Surat ke Penduduk Tepi Sungai

Hanya 70 kilometer di utara pusat kota Sydney yang sibuk, Sungai Hawkesbury menawarkan lingkungan untuk tempat tinggal yang lebih tenang dan lebih tenteram. Tetapi sebagian besar penduduk di pinggiran sungai itu tidak memiliki akses jalan menuju properti mereka.

“Sebagian besar lahan di sekitar sini adalah taman nasional atau cagar alam. Ini adalah tempat yang bagus untuk ditinggali,” kata direktur Riverboat Postman, Justin Pigneguy. Bersama istri dan saudara laki-lakinya, ia menjalankan layanan pengiriman pos di daerah tersebut.

“(Kami) mengantarkan apa saja mulai dari kartu pos hingga sekotak minuman anggur. Sampai sekitar 450 surat setiap hari diantarkan. Itu jumlah yang normal,” imbuhnya.

Riverboat Postman, layanan pos dengan kapal, kini menjadi satu-satunya yang tersisa di Australia. Kapal itu menyusuri sungai untuk mengirim surat setiap hari kerja, sepanjang tahun.

Penduduk setempat senang akan layanan tersebut. Mereka juga menikmati tumpangan gratis. Seorang staf dan penduduk Pulau Dangar, Beth Rayner, mengungkapkan, “Kami masih bisa menerima kiriman. Memang memakan waktu beberapa hari lebih lama, tetapi tidak ada yang sangat lama. Maklumlah, kami tinggal jauh dari mana-mana.”

The Riverboat Postman, Australia. (Facebook/TheRiverboatPostman)

Diiringi tawa, penduduk lain, Margie Waight, mengatakan, “Barang-barang yang dikirim dengan layanan pos kapal sungai akan dikenakan sedikit pajak. Katanya, kalau kita memesan selusin botol anggur, mereka akan mengambil satu botol untuk keperluan pajak.”

Layanan pos di sungai Hawkesbury tersebut dimulai lebih dari 100 tahun lalu, pada 1910. Keluarga Pigneguy mulai melakukan layanan itu pada 2012.

Kapal pos itu kini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang bisa bermain di air ketika kapal itu sedang mengantar surat. Rayner mengatakan ia bertugas membuat turis dan penduduk lokal senang selama mereka berada di dalam kapal itu.

Paket-paket yang paling sering diantar kapal pos ini tampaknya berisi minuman keras atau gitar. Tetapi, tukang pos membawa pula gosip-gosip yang membuat orang terhibur.

“Selalu ada skandal yang terjadi. Ya, kita akui saja, semua orang senang skandal asalkan mereka tidak terlibat di dalamnya,” sebutnya.

Itu sebabnya, imbuh Waight, penduduk di sini menginginkan agar layanan pos sungai ini tetap ada. [ka/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com