Kabinet Jepang Setujui Anggaran Pertahanan $56 Miliar untuk Percepat Kemampuan Serang

Belanja pertahanan Jepang akan melonjak lebih dari 16% pada tahun depan, berdasarkan anggaran militer yang disetujui pada Jumat (22/12) oleh kabinet. Belanja pertahanan 2024 yang jumlahnya mencapai rekor ini akan mempercepat penempatan rudal jelajah jarak jauh yang dapat mencapai sasaran di China atau Korea Utara.

Peningkatan belanja pertahanan ini juga akan semakin memperkuat militer dengan jet-jet tempur siluman F-35 dan senjata-senjata buatan Amerika Serikat (AS) lainnya seiring dengan semakin banyaknya pasukan Jepang yang bekerja sama dengan negara-negara sekutu dan mengambil peran yang lebih ofensif.

Rencana anggaran sebesar 7,95 triliun yen ($56 miliar) untuk tahun fiskal 2024 itu — yang dimulai pada bulan Maret — menandai tahun kedua program pembangunan militer lima tahun berdasarkan strategi keamanan baru yang diadopsi oleh pemerintahan Perdana Menteri Fumio Kishida setahun yang lalu.

Penguatan kemampuan serang dalam strategi ini merupakan terobosan besar dari prinsip pascaperang Jepang yang membatasi penggunaan kekuatan hanya untuk membela diri.

Jepang berencana menghabiskan $300 miliar hingga 2027 untuk meningkatkan kekuatan militer. Negara itu berencana menggandakan hampir dua kali lipat pengeluaran tahunannya untuk militer menjadi sekitar $68 miliar. Rencana tersebut menjadikan Jepang sebagai negara dengan belanja militer terbesar ketiga di dunia setelah AS dan China.

Inti dari anggaran 2024 adalah pengerahan awal sistem rudal yang menurut para pejabat diperlukan untuk memperkuat pertahanan udara, terutama untuk melindungi pulau-pulau di barat daya Jepang jika terjadi konflik antara China dan Taiwan.

Sekitar $5,15 miliar dialokasikan untuk rudal jelajah Tipe-12 dan Tomahawk buatan AS serta pengembangan rudal jarak jauh generasi berikutnya. Jepang juga akan menghabiskan lebih dari $562 juta untuk pengembangan peluru kendali hipersonik dengan jangkauan 3.000 kilometer. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com