Israel Lancarkan Serangan Mematikan ke Gaza Sementara Ketegangan di Timur Tengah Meningkat

Pengeboman Israel menewaskan puluhan orang semalam di Gaza, kata kementerian kesehatan wilayah Palestina yang dikuasai Hama, Kamis (4/1), sementara ketegangan regional meningkat atas perang tersebut yang telah berlangsung hampir tiga bulan.

Menteri Luar Negeri Amerika Antony Blinken dijadwalkan berangkat ke Timur Tengah, kata seorang pejabat Amerika yang tidak mau disebut namanya. Ini akan menjadi perjalanan keempat Blinken ke wilayah tersebut sejak serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang Gaza paling berdarah yang pernah ada.

Militer Israel, dalam kampanyenya untuk menumpas Hamas, telah melaporkan lebih banyak serangan di Gaza City dan sekitarnya, dan Khan Yunis. Gaza City kini merupakan zona pertempuran perkotaan yang sebagian besar hancur. Sedangkan Khan Yunis adalah pusat kota terbesar di Gaza Selatan yang terkepung.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan “puluhan orang mati syahid dan lebih dari 100 orang terluka dalam pengeboman udara dan artileri yang biadab terhadap rumah-rumah warga di Jalur Gaza”.

Asap mengepul selama pemboman Israel di Jalur Gaza di sepanjang perbatasan di Israel selatan, 4 Januari 2024. (JACK GUEZ / AFP)

Kebakaran yang dipicu pengeboman terjadi di Deir al-Balah, wilayah di Gaza Tengah, dan di kamp pengungsi Al-Maghazi.

Seorang penduduk, Ibrahim al-Ghimri mengatakan kepada kantor berita AFP, “Orang-orang aman di rumah mereka. Rumah itu penuh dengan anak-anak. Ada sekitar 30 orang. Tiba-tiba rumah mereka roboh… Apa yang dilakukan anak-anak ini?”

Ketegangan juga meningkat dengan negara tetangga Israel di utara, Lebanon, di mana serangan di Beirut pada Selasa, yang secara luas diasumsikan dilakukan Israel, menewaskan wakil pemimpin Hamas Saleh al-Aruri. Aruri akan dimakamkan Kamis ini.

Aruri terbunuh di kubu Hizbullah di Beirut Selatan. Kelompok yang didukung Iran itu telah melakukan baku tembak melintasi perbatasan dengan Israel selama berbulan-bulan, sementara kedua pihak menghindari perang skala penuh.

Hizbullah telah bersumpah bahwa pembunuhan Aruri dan enam anggota Hamas lainnya di wilayah mereka tidak akan dibiarkan begitu saja. Mereka menyebutnya sebagai “serangan serius terhadap Lebanon dan perkembangan yang berbahaya”.

Asap mengepul selama pemboman Israel di Jalur Gaza di sepanjang perbatasan di Israel selatan, 4 Januari 2024. (JACK GUEZ / AFP)

Asap mengepul selama pemboman Israel di Jalur Gaza di sepanjang perbatasan di Israel selatan, 4 Januari 2024. (JACK GUEZ / AFP)

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah memperingatkan Israel akan konflik besar-besaran, setelah panglima militer Israel Herzi Halevi, dalam kunjungan ke perbatasan Lebanon, mengatakan pasukannya “dalam kesiapan yang sangat tinggi”. Nasrallah mengatakan bahwa “untuk saat ini, kami berperang di garis depan setelah melakukan perhitungan yang cermat.” Ia memperingatkan bahwa, “jika musuh berpikir untuk melancarkan perang terhadap Lebanon, kami akan berperang tanpa hambatan, tanpa aturan, dan tanpa batasan”.

Kelompok Muslim Syiah Lebanon itu pada Kamis mengatakan bahwa empat pejuangnya tewas dalam semalam, menambah jumlah korban tewas menjadi 129 sejak pecahnya kekerasan di perbatasan.

Kepala Mossad David Barnea pada Rabu memperingatkan bahwa badan mata-mata Israel itu “bertekad melakukan pembalasan dengan para pembunuh.” Ia merujuk pada serangan Hamas. Siapapun yang “berpartisipasi secara langsung atau tidak langsung dalam pembantaian 7 Oktober, akan (kami bunuh-lebih tegas dan langsung atau) mendapat balasan,” kata Barnea. [ka/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com