Israel Klaim Memorakporanda “Kerangka Militer” Hamas di Gaza Utara

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan pasukan Israel telah selesai memorakporandakan “kerangka militer” Hamas di utara Gaza. Dalam operasi itu, pasukan Israel menewaskan 8.000 militan Hamas, menyita puluhan ribu senjata dan jutaan dokumen di sana.

Laksamana Muda Israel Daniel Hagari mengatakan dalam sebuah pengarahan secara daring bahwa Israel sekarang fokus untuk membubarkan Hamas di Jalur Gaza tengah dan selatan, dan mengakui bahwa hal ini akan memakan waktu.

Hagari mengatakan upaya militer Israel dalam memberantas Hamas dari Gaza tengah dan selatan akan dilakukan secara berbeda dibandingkan yang dilakukan di utara. Dia mengatakan bahwa “kamp pengungsi di jalur Gaza tengah penuh sesak dan penuh dengan teroris.” Di sisi lain, katanya, jaringan rumit terowongan bawah tanah Hamas di selatan Gaza membutuhkan banyak tenaga untuk dihancurkan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (6/1) bahwa perang melawan Hamas “tidak boleh dihentikan” sampai Israel mencapai tiga tujuan utama: “membasmi Hamas, memulangkan sandera kami dan memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.”

Sementara itu, Israel dan Hizbullah terus saling baku tembak pada Sabtu di seberang perbatasan Lebanon, dalam salah satu hari pertempuran lintas batas terberat dalam beberapa pekan terakhir.

Tentara cadangan Israel dan tank-tank sedang mengikuti latihan di front Lebanon di Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel, 4 Juni 2024. (Foto: Ohad Zwigenberg/AP Photo)

Sirene serangan udara terdengar di seluruh Israel utara ketika kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran mengatakan mereka meluncurkan lebih dari 60 roket ke pangkalan militer Israel. Israel mengatakan pihaknya membalas dengan menyerang “sel teroris yang bertanggung jawab atas peluncuran tersebut.”

Israel juga mengatakan pihaknya menyerang beberapa sasaran Hizbullah di Lebanon selatan, termasuk tempat-tempat militer dan “infrastruktur teroris.” Hizbullah mengatakan lima pejuangnya tewas dalam serangan Israel.

Hizbullah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan terhadap Israel adalah “tanggapan awal” terhadap pembunuhan salah satu pemimpin Hamas, Saleh al-Arouri, pada awal pekan ini. Hizbullah yakin Israel bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan Arouri. Namun, Israel belum mengaku bertanggung jawab.

Hamas dan pejabat keamanan di wilayah tersebut menuding serangan yang menewaskan Saleh al-Arouri dengan pesawat tak berawak Israel, meskipun Israel belum secara langsung mengakui hal ini.

Hizbullah telah menembakkan roket melintasi perbatasan utara Israel sejak perang Israel-Hamas dimulai pada Oktober. Seperti Hamas, Hizbullah yang didukung Iran ditetapkan sebagai organisasi teror oleh Amerika Serikat dan negara lainnya.

Pasukan Pertahanan Israel menjatuhkan selebaran baru di lingkungan di Gaza tengah pada Sabtu, mendesak warga Palestina untuk mengungsi. Ratusan ribu warga Palestina melarikan diri ke Gaza selatan untuk mencari perlindungan dari pertempuran, tetapi pertempuran terus berlanjut di sana.

Pada Sabtu (6/1) Israel melancarkan serangan di Kota Rafah dan Khan Younis di Gaza selatan. [ft]

Beberapa materi untuk laporan ini disediakan oleh The Associated Press, Agence France-Presse dan Reuters.

Sumber: www.voaindonesia.com