Gelombang Pembunuhan Transgender di Meksiko Picu Kemarahan Komunitas LGBTQ+ 

Sedikitnya tiga warga transgender dibunuh di Meksiko dalam dua pekan pertama tahun 2024, menurut keterangan pihak berwenang.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan kepada The Associated Press mereka telah mendata kasus tersebut dan sedang menyelidiki dua pembunuhan lainnya.

Pukulan terbaru terjadi pada hari Minggu (14/1), ketika aktivis sekaligus politisi transgender, Samantha Gomes Fonseca, ditembak beberapa kali dan dibunuh di dalam mobil di selatan Mexico City, menurut jaksa setempat.

Rentetan pembunuhan itu menandai awal tahun yang berdarah di negara di mana kaum gay dan transgender sering menjadi sasaran kekerasan, serta memicu amarah komunitas LGBTQ+, yang berunjuk rasa di jalan raya utama Mexico City pada hari Senin (15/1).

Sekitar 100 orang berpawai sambil meneriakkan “Samantha dengarkan, kami berjuang untukmu” sambil membawa poster bertuliskan “ujaran kebencianmu membunuh.”

Fonseca, aktivis sekaligus politisi yang dibunuh hari Minggu, awalnya berniat mengikuti aksi unjuk rasa tersebut bersama aktivis lainnya untuk menyerukan penerimaan yang lebih besar terhadap kaum transgender di tengah masyarakat.

Setelah kematiannya, unjuk rasa itu segera berubah menjadi seruan untuk menegakkan keadilan dan tuntutan akan undang-undang kejahatan berdasar kebencian yang lebih komprehensif.

Warga transgender dan gay seringkali diserang dan dibunuh di Meksiko, negara yang sangat kental dengan budaya kemacoan dan masyarakatnya yang sangat religius.

Serangan semacam itu kerap disertai dengan adegan berdarah yang berlebihan, yang dimaksudkan untuk mengirimkan pesan kepada kaum queer bahwa mereka tidak diterima di masyarakat.

Selama enam tahun terakhir, kelompok hak asasi manusia Letra S telah mendokumentasikan sedikitnya 513 pembunuhan yang menarget kaum LGBTQ+ di Meksiko.

Kasus kekerasan pun terus meningkat, menurut organisasi tersebut, yang dimaksudkan untuk mengirimkan pesan bahwa kaum queer tidak diterima di masyarakat.

Aparat penegak hukum mengatakan akan menyelidiki kasus-kasus kematian akibat kekerasan tersebut. Akan tetapi, para aktivis ragu kasus-kasus itu akan diproses dengan optimal.

Karena tingginya tingkat korupsi dan disfungsi pemerintahan Meksiko secara keseluruhan, sekitar 99% kasus kejahatan di Meksiko tidak terselesaikan. [rd/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com