Elon Musk Hadiri Pertemuan Yahudi Eropa pasca Insiden Antisemit di Platform X

Elon Musk menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan tahunan Asosiasi Yahudi Eropa di Polandia, hari Senin (22/1).

Beberapa jam sebelumnya, CEO X (sebelumnya Twitter) itu juga mengunjungi situs kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau sebagai bagian dari Delegasi Asosiasi Yahudi Eropa pada Januari 2024 ke Auschwitz.

Pada panel diskusi berjudul “JANGAN LAGI: Janji Semata atau Komitmen Mendalam?”, Musk mengatakan bahwa ia butuh waktu untuk meresapi kunjungannya ke kamp tersebut. Ia juga menuturkan bahwa “kalau saja sudah ada media sosial,” kekejian di kamp itu akan lebih sulit dilakukan.

“Saya rasa (kekejaman) itu tidak akan mungkin bisa disembunyikan,” ungkapnya.

Musk tampil sepanggung dengan penyiar sekaligus komentator politik sayap kanan Ben Shapiro, yang juga hadir bersamanya saat mengunjungi Auschwitz.

Musk juga membela unggahan-unggahan berisi video serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober yang tidak disensor ke X, dengan alasan hal itu penting, agar “orang-orang bisa melihat apa yang terjadi.”

“Kengerian yang sesungguhnya adalah sesuatu yang orang-orang harus bisa lihat jika mereka ingin melihatnya,” ungkapnya.

Ketika membahas isu kebebasan berpendapat di platform media sosialnya, ia mengatakan bahwa “sulit untuk mendapatkan kebenaran yang sempurna,” namun platform itu “selalu berharap bisa seakurat mungkin dan dapat meminimalkan kekeliruan antara apa yang dikatakan dan kenyataannya.”

Sebelumnya, beberapa pengiklan besar menghentikan sementara atau bahkan mencabut iklan mereka di X setelah tahun lalu Musk menyebut sebuah unggahan berisi teori konspirasi antisemit yang diposting seorang pengguna sebagai “kebenaran yang sesungguhnya.” [rd/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com