Drone Israel Serang Rumah Sakit di Gaza Selatan

Bulan Sabit Merah Palestina menuding Israel menembaki sebuah rumah sakit di Khan Younis pada Jumat (19/1). Serangan itu terjadi di tengah serbuan Israel di kota utama di Jalur Gaza selatan yang mengancam beberapa fasilitas kesehatan yang masih beroperasi.

Bulan Sabit Merah mengatakan para pengungsi terluka “akibat tembakan hebat dari drone Israel yang menargetkan warga di Rumah Sakit Al-Amal” serta markas badan penyelamat.

Di dekat kota yang sama, tank-tank Israel juga mendekati rumah sakit Nasser, rumah sakit terbesar yang masih berfungsi di Gaza, di mana orang-orang melaporkan mendengar suara tembakan dari arah barat. Warga juga melaporkan terjadinya baku tembak sengit di wilayah selatan.

Israel telah melancarkan serangan masif baru di Khan Younis pada minggu ini untuk merebut kota tersebut. Israel mengklaim kota tersebut sebagai basis utama Hamas yang menyerang kota-kota Israel pada 7 Oktober, sehingga memicu perang yang meluluhlantakkan Jalur Gaza.

Seorang warga Palestina yang terluka dibawa keluar untuk menghadiri pemakaman massal di Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir Al-Balah, di Jalur Gaza tengah, pada 25 Desember. 2023. (Foto: AFP)

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan 142 warga Palestina tewas dan 278 orang terluka dalam 24 jam terakhir. Jumlah korban terbaru itu mengerek jumlah korban tewas warga Palestina selama lebih dari tiga bulan perang menjadi 24.762 orang.

Sekitar 85 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza kini mengungsi di selatan wilayah kantong tersebut, sebagian besar tinggal di kota-kota kecil Rafah di selatan Khan Younis dan Deir al-Balah di utaranya.

Dua pertiga dari rumah sakit di wilayah kantong tersebut berhenti beroperasi sepenuhnya, sementara rumah sakit yang masih bisa berfungsi terpaksa menerima ratusan orang yang terluka setiap hari. Para pasien juga terpaksa dijejali di bangsal dan dirawat di lantai karena keterbatasan kapasitas.

Para pejabat Israel menuduh Hamas melakukan operasinya dari rumah sakit, termasuk Nasser, tetapi para staf rumah sakit menyangkal tudingan itu.

Di wilayah utara, di mana Israel mengatakan telah mulai menarik pasukannya dan beralih ke operasi skala kecil, 12 orang tewas akibat serangan Israel yang menyasar sebuah bangunan tempat tinggal dekat Rumah Sakit Al Shifa yang sebagian besar tidak berfungsi di Kota Gaza, kata para pejabat kesehatan Palestina.

Washington belum banyak berhasil membujuk sekutunya untuk meringankan penderitaan warga sipil yang semakin putus asa. Warga Gaza sejak Oktober kehilangan sebagian besar bantuan reguler yang menjadi andalan mereka, terutama bantuan berupa perawatan medis yang memadai bagi lebih dari 62.000 orang yang terluka.

Israel bertekad akan terus berjuang sampai Hamas berhasil dilenyapkan, sebuah tujuan yang dianggap tidak mungkin dicapai oleh warga Palestina karena struktur kelompok yang tersebar dan akar yang kuat di wilayah yang dikuasainya sejak 2007.

Seorang pria melihat lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Rafah di selatan Jalur Gaza, 18 Januari 2024. (Foto: Reuters)

Seorang pria melihat lokasi serangan Israel terhadap sebuah rumah, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Rafah di selatan Jalur Gaza, 18 Januari 2024. (Foto: Reuters)

Para diplomat pada Jumat (19/1) membahas dampaknya setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampaknya mengesampingkan kemungkinan adanya negara Palestina yang merdeka. Ia juga menolak pilar strategi Amerika Serikat (AS) yang sudah lama ada di Timur Tengah.

“Israel harus memiliki kendali keamanan atas seluruh wilayah di sebelah barat Sungai Yordan,” kata Netanyahu dalam pengarahan di Tel Aviv pada Kamis (18/1). “Ini bertentangan dengan prinsip kedaulatan, tapi apa yang bisa Anda lakukan?”

Selain Gaza, Israel juga melakukan penggerebekan di Tepi Barat yang diduduki. Wilayah tersebut tercatat sebagai area yang menyaksikan kekerasan terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Penduduk Kota Tulkarem di Tepi Barat pada Jumat (19/1) terguncang akibat serangan militer Israel selama dua hari. Israel mengatakan serangan tersebut dilakukan untuk menargetkan tersangka yang dituduh melakukan atau merencanakan serangan terhadap warga Israel. [ah/ft]

Sumber: www.voaindonesia.com