DK PBB akan Bahas Kecelakaan Pesawat Militer Rusia di Dekat Perbatasan dengan Ukraina

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat pada Kamis (25/1) setelah sebuah pesawat transpor militer Rusia jatuh di dekat perbatasan Rusia-Ukraina. Sementara itu para pejabat Rusia dan Ukraina menyerukan investigasi terkait kecelakaan tersebut.

Rusia menuduh Ukraina menembak jatuh pesawat itu pada Rabu di kawasan Belgorod. Rusia mengatakan pesawat itu membawa 74 orang, 65 di antaranya adalah orang Ukraina yang menjadi tawanan perang yang akan dipertukarkan.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, yang berada di New York pekan ini untuk mengikuti pertemuan di PBB, menuduh Ukraina melancarkan “serangan teroris.”

“Tawanan perang Ukraina diangkut ke kawasan Belgorod untuk pertukaran tahanan yang disepakati antara Moskow dan Kyiv,” kata Lavrov kepada wartawan. “Alih-alih, pihak Ukraina malah meluncurkan rudal pertahanan udara dari kawasan Kharkiv, menargetkan pesawat dan ini merupakan serangan yang fatal.”

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pemerintahnya mendesak dilakukannya penyelidikan internasional.

“Semua fakta harus dibuktikan,” kata Zelenskyy dalam pidato hariannya Rabu malam. “Sebisa mungkin, mengingat pesawat itu jatuh di wilayah Rusia yang berada di luar kendali kami.”

Zelenskyy mengatakan Rusia “mempermainkan nyawa para tawanan perang Ukraina, perasaan kerabat mereka, dan emosi masyarakat kita.”

Militer Ukraina tidak langsung menyebut tentang kecelakaan pesawat tersebut tetapi mengatakan Rusia telah melancarkan serangan yang terkait dengan pendaratan pesawat militer Rusia di Belgorod, dan bahwa Ukraina akan menargetkan pesawat-pesawat militer Rusia yang diduga membawa rudal untuk serangan pada masa mendatang.

Video kecelakaan yang diunggah di media sosial memperlihatkan sebuah pesawat jatuh dari angkasa dalam posisi miring sebelum meledak dan menjadi bola api raksasa sewaktu menghantam tanah di Belgorod, wilayah di pedesaan di Rusia Barat yang bersalju.

Kharkiv berbatasan dengan Belgorod, yang merupakan wilayah Rusia. Kedua pihak telah melakukan banyak pertukaran tahanan sejak Rusia menginvasi Ukraina hampir dua tahun silam. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com