Diam-diam Dirawat di RS, Menteri Pertahanan AS Berjanji akan Transparan

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin pada Sabtu (6/1) menyatakan siap bertanggung jawab karena tidak mengumumkan rawat inap yang harus ia jalani pada pekan lalu. Sejumlah laporan menyebutkan para pejabat tinggi Gedung Putih dan bahkan Presiden Joe Biden tidak mengetahui bahwa dia sakit sehingga tidak dapat menjalankan tugasnya.

Pentagon baru mengumumkan pada Jumat (5/1) malam bahwa Austin, 70 tahun, telah dirawat selama empat hari sebelumnya “karena komplikasi setelah menjalani prosedur medis elektif baru-baru ini”. Penundaan pengumuman tersebut merupakan sebuah pelanggaran protokol standar, terutama pada saat AS terlibat dalam krisis di Timur Tengah.

NBC News melaporkan Austin berada di unit perawatan intensif selama empat hari, dan masih berada di rumah sakit pada Sabtu (6/1).

“Saya menyadari bahwa saya bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan memastikan masyarakat mendapat informasi yang tepat. Saya berkomitmen untuk melakukan yang lebih baik,” kata Austin dalam sebuah pernyataan.

Menteri Pertahanan Lloyd Austin, kiri depan, berjalan di samping komandan USS Gerald R. Ford, Kapten Angkatan Laut Rick Burgess, depan, selama kunjungan mendadak ke kapal pada Rabu, 20 Desember 2023. (Foto: AP )

“Namun penting untuk mengatakan: ini adalah prosedur medis saya, dan saya bertanggung jawab penuh atas keputusan saya mengenai pengungkapan informasi.”

Dia menambahkan bahwa dia akan “segera kembali ke Pentagon,” dan berterima kasih kepada para dokter dan staf di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed atas perawatan mereka.

Austin dirawat di rumah sakit ketika Timur Tengah mengalami eskalasi ketegangan akibat perang Israel-Hamas. Pasukan yang didukung Iran di Yaman menyerang jalur pelayaran sementara pasukan lain di Irak dan Suriah menghujani pasukan AS dengan roket dan drone.

Wakil Menteri Pertahanan Kathleen Hicks siap untuk turun tangan selama Austin sakit, dan membuat beberapa keputusan rutin atas namanya selama ini, kata juru bicara Departemen Pertahanan kepada AFP.

Politico adalah media yang melaporkan bahwa Austin dirawat di rumah sakit selama tiga hari sebelum pejabat Pentagon memberi tahu Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dan pejabat tinggi Gedung Putih lainnya.

Sullivan kemudian memberi tahu Biden, kata media tersebut. Dilaporkan juga bahwa Kongres mengetahui masalah rawat inap Austin 15 menit sebelum pernyataan publik pada Jumat malam.

Senator AS Tom Cotton, anggota Komite Angkatan Bersenjata dari Partai Republik, menuntut penjelasan.

“Menteri Pertahanan adalah penghubung utama dalam rantai komando antara presiden dan militer berseragam, termasuk rantai komando nuklir, ketika keputusan paling penting harus dibuat dalam hitungan menit. Jika laporan ini benar, pasti ada konsekuensinya. atas kerusakan yang mengejutkan ini,” katanya dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.

Asosiasi Pers Pentagon, yang terdiri dari jurnalis yang meliput Departemen Pertahanan, menyatakan “keprihatinan yang signifikan” atas upaya menutup-nutupi hal tersebut. [ah/ft]

Sumber: www.voaindonesia.com