Dana Diblokir, Presiden Polandia Kecam Eksekutif Uni Eropa

Presiden Polandia Andrzej Duda pada hari Minggu (21/1) mengkritik Komisi Eropa karena memblokir dana Uni Eropa dalam apa yang dia katakan sebagai “upaya untuk memaksa Polandia mengubah” pemerintahannya, dan menambahkan ia terbuka untuk melakukan negosiasi mengenai perubahan sistem peradilan.

Pemerintah terakhir Polandia yang dipimpin oleh Partai Hukum dan Keadilan (PiS) – yang nasionalis – berselisih dengan Uni Eropa mengenai reformasi peradilan dan supremasi hukum di Warsawa, yang mengakibatkan pembekuan miliaran dana Uni Eropa untuk Polandia.

Pemerintah baru yang pro-Uni Eropa telah berjanji untuk mendapatkan kembali akses ke dana tersebut dengan memulihkan supremasi hukum, namun menghadapi perlawanan dari para pendukung dan sekutu mantan partai yang berkuasa, termasuk Duda dan beberapa hakim terkenal.

Dalam konferensi pers di Vilnius, Duda mengatakan “saya tidak meragukan apa tujuan pemblokiran uang dari Rencana Pemulihan Nasional oleh Komisi Eropa. Itu adalah tindakan politik murni terhadap otoritas Polandia sebelumnya.” Ditambahkannya, “sebuah upaya untuk memaksa Polandia mengubah otoritasnya, dan itulah yang saya rasakan, itulah yang saya lihat, dan kejadian-kejadian yang terjadi saat ini hanya mengkonfirmasi hal tersebut.”

Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan ada pekerjaan yang harus dilakukan dengan Polandia sehingga semua pencapaian di bawah “Fasilitas Pemulihan dan Ketahanan” terpenuhi.

“Pemerintah Polandia telah menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan komisi ini untuk sepenuhnya memulihkan tonggak-tonggak penting dalam hal independensi peradilan,” ujar juru bicara tersebut dalam tanggapannya terhadap permintaan komentar dari Reuters.

Duda juga mengatakan ia terbuka untuk negosiasi dan proposal untuk berbagai perubahan dalam sistem peradilan Polandia, tetapi ia tidak akan mengizinkan verifikasi terhadap para hakim yang ditunjuk selama masa jabatannya.

Pemilu tanggal 15 Oktober lalu mengakhiri delapan tahun kekuasaan PiS, dan pemerintahan baru yang dipimpin oleh mantan presiden Dewan Eropa Donald Tusk telah bersumpah untuk mendapatkan kembali akses ke dana Uni Eropa.

Komisi Eropa bulan Desember lalu mengatakan akan mentransfer 5 miliar euro (sekitar US$ 5,45 miliar) ke Warsawa, yang merupakan bagian dari stimulus pemulihan Covid-19 untuk Polandia dari blok itu.

Menteri Dana dan Kebijakan Regional Polandia Katarzyna Pelczynska-Nalecz pada hari Sabtu (19/1) mengatakan kepada televisi swasta TVN24 bahwa Polandia telah memenuhi persyaratan untuk menyerahkan dokumen yang penting untuk mendapatkan akses ke Dana Struktural Uni Eropa tersebut. [em/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com