Cuaca Dingin yang Berbahaya Selimuti Kaukus Iowa

Cuaca musim dingin memutihkan sejumlah wilayah di negara bagian Iowa menjelang periode utama Pemilihan Presiden 2024. Suhu beku yang berkepanjangan, bersamaan dengan angin kencang dan hujan salju yang tak henti-hentinya turun, dapat mempengaruhi jumlah pemilih dalam kaukus Partai Republik nasional pertama, yang diselenggarakan di negara bagian itu. Dalam ajang ini, pemilih menentukan kandidat yang mungkin mendapatkan dukungan politik dan memperoleh nominasi partai mereka untuk ajang Pilpres Amerika Serikat (AS).

Langkah awal menuju ajang pemilihan presiden ini telah diselenggarakan di Iowa sejak 1972.

Namun, setelah sejumlah peramal cuaca menyatakan adanya hembusan angin dingin bersuhu minus 43 derajat Celsius, kondisi ini mungkin dapat mengancam jiwa, bagi mereka yang menjalankan tugas sipilnya. Kondisi cuaca ini telah memunculkan desakan penjadwalan ulang acara yang telah diagendakan pada Senin itu.

Peringatan itu disampaikan, salah satunya oleh pakar politik Universitas Iowa, Profesor Tim Hagle.

Salju turun di Gedung Iowa State Capitol di Des Moines, Iowa, 9 Januari 2024, saat badai salju musim dingin melanda negara bagian tersebut. (Foto: AP)

“Ini akan menjadi perjalanan yang sulit dilakukan. Jadi, lebih baik membatalkan acara tersebut. Bukan karena para kandidat yang tidak dapat datang kesana, tetapi lebih disebabkan karena kita tidak mau membahayakan banyak orang, karena harus mengemudi dalam kondisi licin dan bersalju,” kata Hagle.

Cuaca buruk ini menjadi ancaman bagi jutaan warga Amerika Serikat, dan bahkan menyebabkan penjadwalan ulang pertandingan playoff Liga Sepakbola Nasional (NFL) antara Pittsburgh Steelers dan Buffalo Bills. Tim tuan rumah, Buffalo Bills mengunggah situasi lapangan di laman media sosial mereka.

Sementara itu, kampanye unggulan teratas calon partai Republik, mantan Presiden Donald Trump, dibatalkan semua kecuali satu rapat umum tatap muka, dengan memilih untuk menggelar kampanye jarak jauh bersama para pemilih, di salah satu titik kampanye yang lebih kecil, menurut ABC News. Media Des Moines Register di Iowa melaporkan bahwa Trump unggul 48 persen diantara para calon peserta kaukus partai Republik, sehingga cuaca buruk mungkin tidak akan berdampak baginya.

Sementara para penantang utama Trump memiliki cerita yang berbeda, seperti mantan gubernur South Carolina Nikki Haley, yang pernah membantu Trump sebagai duta besar untuk PBB. Haley saat ini memperoleh dukungan sekitar 20 persen, naik empat poin sejak Desember, menurut The Des Moines Register.

Sementara tokoh yang awalnya dianggap akan menjadi penantang untuk nomisasi ini, Gubernur Florida Ron DeSantis terus mengalami penurunan dalam jajak pendapat, dengan saat ini mencatatkan angka 16 persen, menurut surat kabat setempat.

Tidak ada kandidat partai Republik lain yang mencapai popularitas dua digit, dengan pengusaha bioteknologi Vivek Ramaswamy hanya mendekati angka 8 persen, kembali menurut The Des Moines Register.

Dalam akhir pekan panjang, bersamaan hari libur federal yang menandai ulang tahun pejuang hak-hak sipil Martin Luther King Jr pada hari Senin, sejumlah warga Iowa mengatakan bahwa mereka bahagia bisa melakukan sesuatu, terkait atau tidak terkait politik.

Hal itu disampaikan, antara lain oleh warga Des Moines, Grant Rampton.

Seorang perempuan berjalan melewati salju di pusat Kota Des Moines, Iowa, Sabtu, 13 Januari 2024. (Foto: AP) ​

Seorang perempuan berjalan melewati salju di pusat Kota Des Moines, Iowa, Sabtu, 13 Januari 2024. (Foto: AP) ​

“Tidak ada banyak yang bisa dilakukan di musim dingin khususnya, tetapi Anda bisa menyenangkan diri sendiri, seperti disini, meluncur di atas salju bersama teman-teman Anda, atau apapun itu. Jadi, ini adalah waktu yang menyenangkan,” ujar Rampton.

Pimpinan partai Republik di Iowa mengatakan kepada Daily Mail, bahwa hanya sebuah bencana nasional yang besar, yang akan memaksa penjadwalan ulang kaukus Iowa pada Senin. [ns/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com