Boeng Batalkan Permintaan Pengecualian MAX 7 dari Aturan Keselamatan

Boeing pada Senin (29/1) mengatakan pihaknya membatalkan permintaan pengecualian peraturan keselamatan AS, untuk pesawat 737 MAX baru, menyusul kondisi darurat dalam sebuah penerbangan awal bulan ini.

Produsen pesawat AS tersebut sebelumnya telah meminta pengecualian kepada Administrasi Penerbangan Federal (FAA) terkait dengan sistem anti-es mesin untuk 737 MAX 7, pesawat terkecil dari keluarga MAX, yang belum disertifikasi.

“Kami telah memberi tahu FAA, bahwa kami menarik permintaan kami untuk pengecualian waktu terbatas, terkait dengan sistem penghilangan lapisan es pada saluran masuk mesin, di pesawat 737-7,” kata perusahaan itu pada Senin malam.

“Kami justru akan memasukkan solusi teknis yang akan diselesaikan selama proses sertifikasi,” tambah mereka.

Permintaan pengecualian oleh Boeing, pekan lalu dikecam oleh Senator Tammy Duckworth dari Illinois sebagai “upaya besar untuk mengutamakan keuntungan dibandingkan keselamatan masyarakat yang terbang dengan MAX 7.”

Duckworth bertemu pada Kamis dengan Kepala Eksekutif Boeing, Dave Calhoun untuk membahas masalah keselamatan setelah insiden Alaska Airlines pada tanggal 5 Januari, yang disebutnya “mengerikan.”

Dalam insiden tersebut, sebuah pesawat Boeing 737 MAX 9 Alaska Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah panel di badan pesawat terlepas.

Meskipun tidak ada korban luka serius, inspektur keselamatan AS mengatakan insiden tersebut bisa menjadi bencana besar.

Insiden ini diperkirakan akan memperlambat sertifikasi FAA terhadap 737 MAX 7 dan 737 MAX 10, sehingga kemungkinan besar akan berdampak pada profitabilitas Boeing.

Boeing mengatakan pada Senin bahwa mereka “berkomitmen untuk bersikap transparan, mendengarkan semua pemangku kepentingan kami dan mengambil tindakan untuk memperkuat keselamatan dan kualitas di Boeing.” [ns/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com