Baldwin Didakwa atas Tuduhan Pembunuhan Tidak Disengaja dalam Pembuatan Film

Dewan juri pada Jumat (19/1) mendakwa Alec Baldwin atas pembunuhan tidak sengaja dalam kasus penembakan tak disengaja saat latihan di lokasi pembuatan film di New Mexico pada 2021. Putusan juri itu membuka kembali kasus terhadap aktor itu yang sempat terhenti.

Jaksa khusus membawa kasus ini ke hadapan dewan juri di kota Santa Fe di New Mexico minggu ini, beberapa bulan setelah menerima analisis baru mengenai senjata yang digunakan. Mereka menolak menjawab pertanyaan setelah menghabiskan sekitar satu setengah hari untuk mempresentasikan kasus mereka di hadapan dewan juri.

Pengacara pembela Baldwin mengindikasikan bahwa mereka akan melawan tuduhan tersebut.

“Kami menantikan hari kami di pengadilan,” kata Luke Nikas dan Alex Spiro, pengacara Baldwin, melalui email.

Alec Baldwin di New York, 4 April 2016. (Foto; Andy Kropa/Invision/AP)

Meskipun persidangannya diselimuti kerahasiaan, dua saksi yang terlihat di gedung pengadilan termasuk anggota kru – satu hadir ketika tembakan fatal terjadi dan satu lagi meninggalkan lokasi syuting sehari sebelumnya karena alasan keamanan.

Baldwin, aktor utama dan salah satu produser film Barat “Rust,” menodongkan pistol ke sinematografer Halyna Hutchins saat latihan film yang berlatar di luar Santa Fe pada Oktober 2021 ketika pistol itu meledak, membunuhnya dan melukai sutradara. Joel Souza.

Baldwin mengatakan dia menarik kembali palunya, tetapi tidak menarik pelatuknya, dan pistolnya ditembakkan.

Gambar dari udara lokasi syuting Bonanza Creek Ranch di Santa Fe, 23 Oktober 2021. (Foto Jae C. Hong/AP Photo)

Gambar dari udara lokasi syuting Bonanza Creek Ranch di Santa Fe, 23 Oktober 2021. (Foto Jae C. Hong/AP Photo)

Tuduhan itu membuat Baldwin kembali menghadapi masalah hukum dan ancaman hukuman penjara. Baldwin sudah menjadi aktor andalan TV dan film selama hampir 40 tahun, dengan peran dalam sejumlah film blockbuster awal, seperti “The Hunt for Red October”, “The Departed” karya Martin Scorsese dan sitkom “30 Rock.”

Dakwaan tersebut memberi jaksa dua standar alternatif untuk mengajukan dakwaan pembunuhan tidak disengaja terhadap Baldwin dalam kematian Hutchins. Satu dakwaan akan didasarkan pada penggunaan senjata api yang lalai, dan satu dakwaan lainnya menuduh pelanggaran kejahatan “dengan mengabaikan atau tidak peduli sepenuhnya terhadap keselamatan orang lain.”

Para hakim baru-baru ini setuju untuk menunda beberapa tuntutan hukum perdata yang meminta kompensasi dari Baldwin dan produser “Rust” setelah jaksa mengatakan mereka akan mengajukan kasus mereka ke dewan juri. Penggugat dalam gugatan tersebut termasuk anggota kru film.

Pengawas senjata di lokasi syuting, Hannah Gutierrez-Reed, telah mengaku tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan tidak disengaja dan perusakan bukti dalam kasus tersebut. Persidangannya dijadwalkan akan dimulai pada Februari.

Asisten direktur dan koordinator keselamatan “Rust”, David Halls, tidak mengajukan keberatan atas dakwaan penanganan senjata api yang tidak aman pada Maret lalu dan menerima hukuman percobaan enam bulan masa percobaan. Dia setuju untuk bekerja sama dalam penyelidikan penembakan tersebut.

Penembakan pada 2021 menghasilkan serangkaian tuntutan hukum perdata, termasuk tuntutan kematian yang tidak wajar yang diajukan oleh anggota keluarga Hutchins. Tuntutan Hutchins berpusat pada tuduhan, bahwa para terdakwa tidak memenuhi standar keselamatan. Baldwin dan terdakwa lainnya membantah tuduhan tersebut.

Perusahaan Rust Movie Productions telah membayar denda $100,000 kepada regulator keselamatan tempat kerja negara bagian setelah tuduhan pelanggaran protokol standar industri, termasuk kesaksian bahwa manajer produksi tidak banyak bertindak atau sama sekali tidak mengambil tindakan mengatasi dua kesalahan tembak di lokasi syuting sebelum penembakan fatal tersebut.

Pembuatan film “Rust” dilanjutkan tahun lalu di Montana berdasarkan perjanjian dengan duda sinematografer, Matthew Hutchins, yang menjadikannya produser eksekutif. [ft]

Sumber: www.voaindonesia.com