AS Tembak Rudal Houthi yang Hendak Diluncurkan 

Militer AS pada Rabu (31/1) mengatakan bahwa mereka telah menembak dan menghancurkan rudal permukaan ke udara milik Houthi di Yaman ketika rudal itu hendak diluncurkan.

Pasukan AS “memastikan bahwa rudal itu menjadi ancaman segera bagi pesawat AS,” kata Pusat Komando AS, CENTCOM, dalam sebuah pernyataan.

Serangan terhadap lokasi peluncuran rudal tersebut dilakukan beberapa jam setelah militan Houthi mengatakan bahwa mereka telah menembakkan sejumlah rudal ke arah kapal perang AS di Laut Merah, dan bahwa mereka merencanakan untuk melanjutkan serangan dengan target kapal-kapal milik AS dan Inggris.

CENTCOM mengatakan bahwa kapal perang USS Gravely ditembak dengan rudal jelajah antikapal yang diluncurkan dari Yaman oleh kelompok Houthi yang didukung Iran.

CENTCOM mengatakan dalam pernyataan mereka bahwa tidak ada yang terluka maupun rusak akibat serangan itu.

Kelompok Houthi telah menembakkan lebih dari 30 rudal dan serangan drone di Laut Merah sejak pertengahan November, menyebabkan gangguan yang besar terhadap pelayaran komersial di jalur laut utama itu.

Sebagai responsnya, sejumlah perusahaan pelayaran telah mengalihkan operasi mereka, yang membuat kapal harus berlayar lebih jauh dan menjalani rute yang lebih mahal dengan mengelilingi Afrika, dibanding dengan menggunakan jalur yang menghubungkan Laut Merah dan Laut Tengah.

Amerika Serikat dan Inggris telah meluncurkan serangan-serangan yang menarget rudal Houthi dan lokasi-lokasi militer di Yaman, sekaligus juga berupaya untuk menghalau drone dan rudal yang ditembakkan kelompok Houthi.

Juru bicara Pentagon, Mayor Jenderal Pat Ryder, mengatakan kepada para wartawan pada Selasa (30/1) bahwa AS telah bertindak “untuk melindungi pelayaran internasional dan angkatan laut yang melakukan transit di Laut Merah, sekaligus menurunkan dan mengganggu kemampuan Houthi untuk melakukan serangan-serangan semacam ini.”

Uni Eropa telah mempertimbangkan untuk meluncurkan misi angkatan laut sendiri untuk melindungi Laut Merah.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan kepada wartawan pada Rabu bahwa dia berharap inisiatif tersebut dapat diluncurkan dalam beberapa pekan ke depan dan bahwa mereka akan berfokus pada upaya menangkal serangan Houthi dan bukan mengambil tindakan langsung melawan mereka.

Borrell mengatakan bahwa banyak perusahaan Eropa telah meminta tindakan terkait dengan biaya tinggi akibat mengubah rute kapal mengitari Afrika. [ns/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com