AS, Meksiko Bahas Opsi Atasi Lonjakan Migran di Perbatasan

Para pejabat Amerika dan Meksiko, Rabu (27/12), bertemu di Mexico City. Mereka membahas cara mengatasi lonjakan migran di perbatasan kedua negara, di mana 10.000 orang masuk secara ilegal ke Amerika setiap hari pada Desember.

Kedua pihak, dipimpin Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador, bertemu sekitar dua jam.

Seorang pejabat senior pemerintahan Biden mengatakan kepada wartawan bahwa para pemimpin Meksiko memberi tahu delegasi Amerika tentang langkah-langkah baru yang diambil Meksiko, termasuk menindak penyelundup yang memasukkan migran ke dalam kereta atau bus menuju perbatasan. “Kami sangat terkesan pada beberapa tindakan baru yang diambil Meksiko, dan kami melihat dalam beberapa hari ini jumlah penyeberangan perbatasan turun cukup signifikan,” kata pejabat itu.

López Obrador mengatakan di media sosial pada Rabu malam bahwa “kesepakatan penting telah tercapai” yang menguntungkan kedua negara dan rakyatnya. Dia tidak merinci kesepakatan spesifik apa pun. Sebelumnya, ia mengatakan bahwa Meksiko bersedia membantu namun ia ingin melihat kemajuan dalam hubungan Amerika dengan dua negara sumber migran terbesar, Kuba dan Venezuela. Dia juga menekankan perlunya lebih banyak bantuan pembangunan untuk wilayah tersebut. “Kita selalu berbicara tentang mengatasi penyebab [migrasi]. Yang ideal adalah membantu negara-negara miskin,” kata Lopez Obrador.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Alejandro Mayorkas menggambarkan pembicaraan itu sebagai “produktif.”

Pertemuan penting satu hari ini terjadi ketika jumlah migrasi telah mencapai rekor tertinggi. Pada 2023, lebih dari setengah juta migran, sebagian besar melarikan diri dari kejahatan, kemiskinan, dan konflik regional, telah melintasi hutan Darien Gap menuju Amerika Tengah. Jumlah itu dua kali lipat dari jumlah orang yang mencoba melakukan perjalanan pada 2022.

Meningkatnya penangkapan di perbatasan barat daya Amerika, dengan 10.000 migran berusaha menyeberang setiap hari, telah membebani badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika. [ka/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com