AS Kehabisan Dana Bantuan untuk Ukraina

Pejabat anggaran Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat (5/1) memperingatkan bahwa para legislator sudah kehabisan waktu untuk menambah bantuan AS bagi Ukraina. Pasalnya, keputusan tentang hal itu tersandung negosiasi anggaran imigrasi di Kongres, yang sejauh ini tidak mencapai kesepakatan.

Shalanda Young, direktur Kantor Manajemen dan Anggaran, mengatakan tidak ada cara lain untuk membantu Ukraina selain persetujuan dari Kongres untuk menambah pendanaan bagi Kyiv. Ukraina sedang berupaya mengalahkan Rusia dalam perang yang sudah berlangsung selama dua tahun.

Meskipun Pentagon mempunyai wewenang terbatas untuk membantu Kyiv, tanpa pendanaan baru dari Capitol Hill, “hal ini tidak akan membawa sejumlah besar peralatan ke Ukraina,” kata Young pada Jumat (5/1).

AS mengirim paket bantuan senjata senilai $250 juta ke Ukraina pada akhir Desember. Namun, tanpa bantuan tambahan dari AS, kata Young, Pemerintah Ukraina mungkin akan kesulitan membayar para pegawai negeri sipil (PNS) dan menjalankan pemerintahan di tengah gempuran Rusia.

“Saya sangat khawatir bahwa bukan saja sumber daya Amerika Serikat yang diperlukan bagi Kyiv untuk menghentikan Putin. Ini persoalan: Pesan apa yang dikirimkan ke seluruh dunia? dan apa keputusan mereka jika mereka melihat Amerika Serikat tidak ikut bertanggung jawab?” kata Young kepada para wartawan, Jumat.

Serangan rudal dan drone

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan unit-unit pertahanan udara Rusia mencegat dan menghancurkan peluru-peluru kendali di wilayah udara Krimea pada Sabtu (6/1) dini hari.

Rusia juga melaporkan unit-unit pertahanan udara melumpuhkan sejumlah drone dari serangkaian serangan pada Jumat malam di Semenanjung Krimea dan bagian barat Laut Hitam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah bertekad akan menembak lebih banyak target di Semenanjung Krimea dan di dalam wilayah-wilayah perbatasan Rusia tahun ini. Pernyataan Zelenskyy membuat waspada rakyat Rusia karena Presiden Vladimir Putin berencana mencalonkan diri kembali pada Maret.

Sementara itu di Ukraina, para pejabat mengatakan pada Jumat bahwa pertahanan militer melumpuhkan 21 dari 29 drone Shahed yang diluncurkan oleh Rusia dalam serangan sepanjang malam pada Kamis (4/1).

Drone-drone itu ditembak jatuh di sepanjang enam wilayah di selatan, tengah dan barat Ukraina, menurut angkatan udara Ukraina.

Garis depan statis

Pertempuran darat selama seminggu terakhir di garis depan Ukraina berlangsung statis, tetapi juga menimbulkan sejumlah kerugian, kata Kementerian Pertahanan Inggris pada Jumat dalam laporan intelijen hariannya mengenai Ukraina.

Di pusat kota Donetsk, Avdiivka “masih diperebutkan secara ketat,” kata kementerian tersebut. Namun pasukan Rusia di Marinka akhirnya berhasil maju ke tepi barat kota “setelah sembilan tahun pertempuran di wilayah tersebut.” Pasukan Rusia telah berusaha merebut kota itu sejak merebut Krimea pada 2014.

Sementara itu, di Ukraina selatan, pasukan lintas udara Rusia “kemungkinan besar hanya mencapai sedikit kemajuan” dalam merobohkan Jembatan Ukraina di tepi timur Dnipro, dekat desa Krynky, menurut kementerian.

Beberapa bahan untuk laporan ini berasal dari kantor berita The Associated Press, Agence France-Presse dan Reuters.

Sumber: www.voaindonesia.com